Sabtu, 04 Februari 2017

Peristiwa Sebelum Isra Mi’rajnya Nabi Muhammad SAW

MUNAJAT
Salah satu bagian dari sirah Nabi saw yang paling mengharukan adalah selepas kematian pamannya, Abu Thalib. Beliau kehilangan pelindung dan diperlakukan semakin buruk oleh kaumnya. Pernah beliau dilempar tulang domba, darah, dan kotorannya saat sedang salat di serambi rumahnya. Seseorang pernah lewat gerbang beliau dan melemparkan kotoran ke dalam wadah masakannya.

Ketika posisinya semakin buruk di Mekkah, beliau berangkat ke Thaif, bermaksud mencari perlindungan dari warga Tsaqif. Alih-alih mendapat pertolongan, tiga tokoh yang ditemui Nabi mengejek, mengusir, dan mengerahkan budak-budaknya menyerang beliau. Nabi menyelamatkan diri ke dalam sebuah kebun, mengikat untanya pada sebuah batang kurma, berteduh di bawah pohon anggur, dan bermunajat dengan doa yang menggetarkan. Doa ini bukan hanya indah, tetapi emosional, membersitkan kepasrahan total beliau kepada Tuhan semesta alam. Versi aslinya saya capture di bawah ini dari Sirah Ibn Hasyim (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2001), h. 193. Saking indahnya, terjemahnya masih menyisakan getaran emosi dan keindahannya:
"Ya Allah, kepada-Mu aku mengeluhkan kelemahanku, ketidakberdayaanku, dan kehinaanku di hadapan manusia. Wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi! Engkau Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau Tuhanku. Kepada siapakah Engkau akan kuasakan aku? Kepada orang-orang asing yang bermuka masam kepadaku atau kepada musuh yang Engkau kuasakan untuk mengalahkanku? Aku tidak peduli asal Engkau tidak murka kepadaku. Ampunanmu bagiku amat luas. Aku berlindung kepada cahaya-Mu yang menerangi segala kegelapan dan membaikkan urusan dunia dan akhirat dari murka yang akan Engkau timpakan kepadaku. Kepada-Mu aku ridha dan tidak ada daya dan upaya kecuali atas perkenan-Mu."
Kalimat beliau: "in lam yakun bika allaya ghadlabun fa la ubaly" (asal Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli terhadap apapun yang menimpaku) adalah pelajaran kepasrahan tingkat tinggi.
Munajat ini kelak dijawab dengan peristiwa mi'raj. Rasulullah diangkat melihat wajah-Nya, ke makam spiritual yang bahkan tidak dijangkau oleh Jibril.
Shallallahu alaika ya Nabi ya Maulaya, ya Habiby ya Syafi'iy ya Rasulallah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar