Kamis, 23 Februari 2017

Inilah 5 Perbedaan MONDOK Dengan KULIAH


1. Guru pondok tanpa gaji tetap ngajar cari Ridho Allah dan ridho kyai.
Dosen akhlak dan tasawwuf mengajar bab zuhud tapi kalau gak digaji gak bakal berangkat. Trus ikhlasnya di mana?
2. Kyai setiap sholat malam mendoakan santri, santrinya setiap ngaji kirim fatihah ke kyai.
Guru sekolah gak pernah nirakati murid, muridnya juga gak pernah membacakan fatehah untuk guru. Terus barokah dari mana.
3. Guru pondok punya kyai, kyainya punya kyai, kyainya kyai punya guru sampai sambung dengan Rosulullah Saw.
Dosen tafsir di kampus ada yang nasrani, Bahkan banyak profesor yang hafidz Quran di Harvard Univ agamanya Yahudi.
Jadi kuliah tafsir sanadnya bisa sampai ke dosen yahudi.
4. Kyai di pondok tidak hanya mengajar kitab, tapi beliau adalah gambaran dari isi kitab itu. Santri bisa meniru akhlak kyai, zuhud, sabar dan wara’nya kyai. Sekolah dan kuliah itu gurunya cuma ngajar. Bahan materinya bisa copy paste dari google atau buku. Lah yang nulis di internet dan di buku itu belum tentu orang sholih. Belum tentu rajin bangun malam.
5. Belajar di pondok tidak banyak kecampuran maksiat. Santri putra kelasnya dipisah dengan santri putri. Kalau pun jadi satu pasti dipisah tabir. Lah di kampus belajar mata kuliah tasawwuf pas bab khouf tapi campur aduk laki perempuan. Ngetik makalah bab khouf dan roja sambil chatingan sama pacar. Ilmu itu nur (cahaya) sedangkan maksiat itu dhulm (gelap)
Cahaya tidak akan bisa dicampur dengan kegelapan.
Oleh². dari Haul Pondok Langitan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar