Tampilkan postingan dengan label Ke-Islaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ke-Islaman. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2022

Makna Ritual-ritual Haji

 Apakah makna prosesi ritual haji?, tanya teman intelek?.

Aku menjawab : Ritual haji itu merupakan simbol-simbol kehidupan.

Menuju Bait Allah dan Thawaf adalah simbol menuju Tuhan dan menyatukan/memfokuskan tubuh dan pikiran hanya kepada Dia, dengan ekspresi bersahaja, rendah hati.

Rabu, 27 Mei 2020

Apakah Cukup Silaturahim Via Online?

Pembatasan aktivitas sosial di tengah pandemi Corona memiliki dampak besar pada momentum hari raya Idul Fitri tahun ini. Salah satunya ialah larangan mudik bagi masyarakat perantauan atau pembatasan sosial bagi masyarakat pada umumnya. Sehingga berkumpul bersama keluarga atau berkunjung ke rumah sanak saudara menjadi hal yang sulit atau bahkan tidak memungkinkan. Untuk itu, banyak dari mereka memanfaatkan smartphone untuk melakukan silaturahim via daring (online) bersama keluarga dan kerabat.

Jumat, 22 Mei 2020

Mendamaikan Hisab dan Rukyat

Dalam menentukan awal bulan Ramadan dan bulan Syawal untuk memulai dan mengakhiri puasa, sampai saat ini jumhur (mayoritas ulama) berpedoman pada rukyat. Yang dimaksud adalah melihat bulan baru (هلال) dengan mata kepala (رؤية بصرية), bukan penglihatan ilmiah (رؤية علمية) dengan menggunakan perhitungan (حساب).

Rabu, 13 Mei 2020

Catatn Fuqara Masakini, Siapakah yang berhak menerima zakat?

1. Faqir adalah orang yang harta dan penghasilannya tidak mencapai 50% dari kebutuhan dirinya dan kebutuhan keluarga yg wajib dinafkahinya. Misal kebutuhannya 1 jt. penghasilannya 400 rb.

Rabu, 15 April 2020

Benarkah Corona Berakhir Bulan Mei?

Oleh : Abdul Wahid Al-Faizin

Akhir-akhir ini banyak sekali muncul ramalan-ramalan terkait berakhirnya virus CORONA mulai dalam bentuk video sampai postingan. Bahkan ada salah satu ramalan yang mendasarkan ramalannya pada hadits berikut

Sabtu, 11 April 2020

Galau Beribadah karena Fatwa MUI No.14 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Ibadah di Tengah Wabah Covid-19

Terhitung sejak MUI mengeluarkan Fatwa No 14 tahun 2020 ttg Penyelenggaraan Ibadah di Tengah Wabah Covid-19, tgl 16 Maret 2020, hari ini adalah Jumat ke-4 yg akan ditiadakan, dan diganti dengan zuhur. Banyak yang masih galau. Khawatir ‘dikunci hatinya’ dan tergolong munafik.

Berikut penegasan yg saya simpulkan dari apa yang disampaikan guru-guru saya, terutama Hay’at Kibar Ulama Al-Azhar:

Akad Nikah di Era ‘Corona’

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global. Pemerintahan beberapa negara, termasuk Indonesia, telah menetapkan protokol kesehatan dlm upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Salah satu cara yang dinilai paling efektif adalah phsycal distancing (jaga jarak kontak fisik).

Jumat, 03 April 2020

Makna dari Surah Al Fatihah dan Amiin

Suatu wkt Nabi Khidir & Nabi Ilyas as datang menemui Nabi SAW mrk sudah berdoa selama 3000 thn utk minta diberikan Fatihah, tetapi Allah SWT  tdk bisa memberikannya kpd mrk, krn Surah itu adalah utk Nabi SAW & umatnya
Akhirnya mereka minta dipanjangkan umur agar menjadi sebahagian dari umat Nabi SAW Selanjutnya ketika mereka bertemu Nabi SAW dan minta diajari membacanya, Nabi SAW mengajari mereka membaca. Setelah itu mereka minta diajari tentang pahala Fatihah

Rabu, 01 April 2020

Wabahku Sayang Wabahku Malang

Kesimpulan dari apa yang diterangkan oleh al-Imâm al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalânî :

1. BERKUMPUL untuk berdoa dan beristighotsah di suatu tempat (sebuah lapangan) untuk menolak bala' ketika TERJADI WABAH PENYAKIT (Tha'ûn) sebagaimana praktek Istisqa' (diawali puasa 3 hari) adalah KEGIATAN BID'AH.

Senin, 23 Maret 2020

Islam itu Mudah, Jangan Dipersulit (Terkait Virus Corona & Shalat Jum’at)

Ini Nabi sendiri yang mengatakannya. Ada banyak keterangannya dalam hadis, silahkan dibaca sendiri. Salah satunya, Nabi mengatakan, “Siapa yang mempersulit agama, dia akan kalah” (HR: Bukhari). Maksudnya bagaimana? Islam menawarkan banyak kemudahan, sehingga kalau ada yang mempersulit, dia akan bosan dan capek sendiri. Misalnya, kalau shalat wajib tidak bisa berdiri, maka dibolehkan dengan duduk, tapi kalau tidak mampu berdiri, dan dipaksakan berdiri, maka orang yang melakukan itu akan capek sendiri dan pada akhirnya dia juga akan memilih kemudahan di dalam beragama.

Jumat, 03 Mei 2019

Apakah Benar Ulama Ijtima Itu Punya Ciri di Bawah Ini?

Jawabannya : anda yang tahu !!!
العلماء هم
اولا: علامة العلماء العالم الفقيه المتأهل للفتوى الاستدلال بآيات الكتاب الكريم ، وأحاديث النبي صلى الله عليه وسلم ، وتمييز صحيحها من سقيمها ، والناسخ والمنسوخ ، والخاص والعام ، ومعرفة دلالتها وسياق نزولها ، ذلك لأن العالم الحق هو الذي يقدم القرآن الكريم في سلم أولوياته ؛ لأنه منبع العلم ، ومصدر الفقه ، وعليه مدار التشريع والأحكام .
ثانيا: ومن علامتهم التدين التام والأخلاق الحسنة الفاضلة ، مع الحرص على الاقتداء بالسلف الصالحين ، من الصحابة والتابعين ، ووالأئمة المتبوعين ، فلا يخرجون عن هديهم العام ، وكل فتوى أو كلمة تصدر منهم يعزونها لأحد الأئمة السابقين، أما إذا وجدت أحد الناس اليوم لا يعتمد هؤلاء العلماء ، ولا يرفع بهم رأسا ، ولا يتقيد بمناهجهم العامة في علوم الشريعة ، فاعلم أنه ليس من " التابعين بإحسان "، بل هو ممن أساؤوا الاتباع ، واختاروا الابتداع
ثالثا: ومن هم العلامات التي نرشد الناس إلى العناية بها أيضا أن يكون هذا المفتي أو العالم ممن استفاضت شهرته وثقته وعلمه بين النخب العلمية ، والأوساط المتخصصة ، وليس فقط بين عامة الناس ، بل يشهد له العلماء والمختصون بالفهم والحذق ، ويسلمون له بالإتقان والحجة ، ونستدل هنا بما ذكره علماء الحديث في طرق إثبات عدالة الراوي، وذلك عند قول ابن الصلاح رحمه الله : " تارة تثبت بتنصيص معدلين على عدالته ، وتارة تثبت بالاستفاضة ، فمن اشتهرت عدالته بين أهل النقل أو نحوهم من أهل العلم ، وشاع الثناء عليه بالثقة والأمانة ، استغني فيه بذلك عن بينة شاهدة بعدالته تنصيصا ، وهذا هو الصحيح في مذهب الشافعي رضي الله عنه ، وعليه الاعتماد في فن أصول الفقه
"انتهى من " مقدمة ابن الصلاح " (ص/105(.

Intinya saja...
1. Apakah mereka paham tentang ilmu yang menjadi jalan memahami Alquran. Misal nasakh mansukh khas am Dll. Dan memahami Hadist Sebagai dasar fatwanya hingga tidak ngawur..
2. Apakah mereka memiliki akhlak yang baik mengikuti dan meneladani para Alim Ulama terdahulu seperti berkata baik tidak mengadu domba atau bahkan tingkah lakunya berlawanan dengan salafushalihin.
3. Apakah mereka menunjukkan kepada manusia menuju hidayah dan inayah kepada Alloh dan ucapannya selamat serta benar serta bisa dipercaya ataukah sebaliknya ucapanya selalu salah dan mengajak gaduh memperkeruh suasana.

Sumber 

Senin, 15 April 2019

Hikmah Ceramah Isra' Mi'raj

Siapa saja yang meninggalkan shalat 5 waktu, wajib mengqadha'-nya, meski sudah lupa jumlahnya, meski meninggalkannya dengan sengaja atau tidak sengaja, meski waktunya sudah puluhan tahun, meski jumlahnya amat banyak.
Yang tidak wajib cuma 4 orang :

(Larangan) Jangan Menghina Penguasa


مَنْ أَهَانَ السُّلْطَانَ أَهَانَهُ اللهُ.
Barangsiapa yg menghina seorang penguasa, maka Allah akan menghinakannya. (HR al-Tirmidzi)
Hadits ini memberikan pesan:
1. Larangan menghina atau menghujat seorang pemimpin dan anjuran menasehati dan bersabar atasnya.
2. Maksud pemimpin dalam hadits tsb, adalah setiap orang yg memiliki kekuasaan dan tanggungjawab terhadap kaum Muslimin seperti khalifah, presiden, amir, gubernur, bupati dan seterusnya.

Ragam Peran Kiai menurut Habib Luthfi bin Yahya

NU merupakan ormas yang dikenal sebagai gudang kyai. Menurut Habib Luthfi bin Yahya, ada beberapa macam kriteria kyai di NUsantara ini, diantaranya:

1. Kyai Tandur, yaitu Kyai yang sukanya ngasuh pondok pesantren, ngopeni para santri.
2. Kyai Catur, yakni Kyai yang suka terjun ke dunia politik mengawal peraturan dan Undang-Undang yang berpihak pada kepentingan agama dan umat.
3. Kyai Tutur, yaitu Kyai yang sukanya berdakwah ditengah masyarakat luas. Biasa disebut juga Mubaligh atau Da'i.
4. Kyai Sembur, adalah Kyai yang biasa jadi rujukan orang berkonsultasi, ahli suwuk dan ahli hikmah.
5. Kyai Wuwur, merupakan Kyai yang menjadi rujukan hukum oleh para kyai lainnya. Mereka ini adalah ahli fatwa, pengayom umat.

Para Kyai memiliki keahlian dan peran yang berbeda-beda, namun mereka memiliki tujuan yang sama li-mashalihil ummah yaitu memberi manfaat dan kemaslahatan bagi umat.

Mengapa Ada Sayyidina dalam Shalawat Shalat?

Melafalkan Allahumma shalli 'ala Muhammad adalah sesuai dengan arahan Rasulullah​ dalam bershalawat dan bershalat. Namun, menambahkan sayyidina sehingga menjadi 'Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad'
اللهم صل على سيدنا محمد
adalah mengedepankan etika (adab), dan dapat dibenarkan.

Jumat, 12 April 2019

Pemilu, Memilih Pemimpin dan Islam

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ... الأية
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu." Q.S. An-Nisaa ayat 59. Ayat ini adalah perintah taat kepada penguasa atau pengatur atau pemimpin atau pemilik perintah. Allah menyebutnya ulil amri. Ketaatan kepada Ulil amri adalah setelah Allah dan Rasulullah. Urutan yang wajib ditaati: 1. Allah, 2. Rasulullah, 3. Ulil Amri. Ulil Amri ada di peringkat ketiga yang ditaati setelah Allah dan Rasulullah.