Tampilkan postingan dengan label Mbah Maimun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mbah Maimun. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Januari 2020

Pesan Al-Maghfurlah Mbah Yai Maimoen Zubair

قال شيخنا ميمون زبير السارنجي الرمبانجي رحمه اللّه :
Telah dawuh Syaikhuna Maimoen Zubair Sarang, Rembang, Rahimahullahu:

لَا تَطْلُبْ فِي أٰخِرِ الزَّمَانِ أَرْبَعَةً فَلَمْ تَجِدْهَا :
Jangan engkau cari di akhir zaman ini, empat perkara niscaya tidak akan engkau temukan

Kamis, 30 Maret 2017

Kata Mutiara Tentang Pencari Ilmu

Penyakit santri / murid yang paling buruk adalah menyepelekan guru, ustadz / kyainya setelah mendapatkan guru yang lebih baik. Hasil yang didapatkan kemudian lebih mendalam itu bukan untuk membanding-bandingkan antar guru, tetapi untuk menguatkan pemahaman dari guru sebelumnya (Al Habib M. Luthfi bin Yahya)

Dawuh Mbah Maimoen Tentang Larangan Menghina Orang Munafiq Bahkan Iblis

Romo KH. Maimoen Zubair atau sering disebut Mbah Moen pernah mengatakan begini; Hajjaj ats-Tsaqafi, siapa yang tidak kenal panglima perang Dinasti Bani Umayyah ini, panglima yang dikecam banyak sahabat dan tabi’in karena kekejamannya. Ketika bercerita tentang (diantara kekejaman) beliau, Mbah Mun dawuh: “Jangan (ikut-ikutan) menghina Hajjaj! Meskipun dia begitu, tapi kalau bukan karena jasanya tentu kita sekarang tidak bisa baca al-Quran, karena beliaulah yang mengeluarkan perintah memberi tanda baca al-Quran sehinga mudah dibaca”.

Selasa, 28 Februari 2017

KH Maimun Zubair: Jangan Tambahi Takbir Dengan Lafadz "Walau Karihal Munafiqun"


Saat itu malam Kamis Legi, 24 September 2015/ 10 Dzul Hijjah 1436 H, setelah Isya di Musholla Al-Anwar ada takbiran. Para santri membaca takbir, dan ketika membaca:
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه، مخلصين له الدين، ولو كره الكافرون....
Tepatnya pada kalimat 'ولو كره الكافرو' sebagian dari mereka menambahi dengan