Dalam dunia pewayangan istilah sedulur papat
lima pancer merupakan simbolisasi ksatria dan empat abdinya. Sedulur papat
adalah punokawan, lima pancer adalah ksatriya.
Dalam hal ini, yang dinamakan punokawan yakni
Semar sebagai pamomong keturunan Saptaarga ditemani oleh tiga anaknya, yaitu;
Gareng, Petruk dan Bagong sebagai pengiring para ksatria Pandawa. Kehadiran
mereka seringkali hanya dianggap sebagai tambahan yang kurang diperhitungkan
dan untuk menghadirkan lelucon saja, padahal kerap menentukan arah perubahan.