Tampilkan postingan dengan label Pendidikan & Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan & Keluarga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2022

Khutbah: KISAH NABI IBRAHIM, antara Pengorbanan dan Generasi Solihin

Momentum Idul Adha, Ibadah Haji & Qurban, berkaitan erat dengan sosok Nabiyulloh Ibrahim AS. Nabi Ibrahim yang menjadi teladan dalam ritual tahunan tersebut mengajarkan bahwa seorang hamba janganlah tertipu daya dengan kekayaan yang sifatnya sesaat saja. Ada kehidupan yang lebih hakiki dan perlu diperjuangkan ketimbang kehidupan dunia yang fana. Karena itu, mengorbankan sebagian harta lillâhi ta‘âlâ tidak akan ada ruginya.

Jumat, 21 September 2018

Adab, Ilmu dan Akal

Seiring berkembangnya zaman dan Teknologi, banyak kalangan remaja juga anak² kehilangan adab dan sopan santun. Adab kepada Kyai, adab kepada orang tua, adab kepada guru, adab kepada saudara bahkan kepada sesama.
Dan apa kira kira solusinya. Tentu saja ngaji, dengan ngaji kita akan mendapatkan ilmu, setelah mendapatkan ilmu tentunya mengamalkan ilmunya yang di peroleh setelah mengaji.
KH Hasyim Asy'ari pendiri NU ini juga membahas hal ini

Senin, 30 April 2018

Ketika Hati Harus Memilih

Berkomitmen untuk menikah adalah sesuatu hal yang rumit. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pasangan, karena menikah adalah komitmen seumur hidup. Tentunya kita menginginkan pasangan yang benar-benar tepat untuk menyertai kita sampai penghujung usia.
Pernikahan itu juga berhubungan dengan rasa cinta. Cinta itu kayak candu. Saat kita jatuh cinta, kita seakan lupa segalanya. Hampir mustahil bagi kita untuk menyadari apakah orang yang kita cinta itu memberi dorongan yang positif atau justru negatif buat kita. Inilah yang harus kamu pertimbangkan masak-masak ketika hendak membina rumahtangga.

Jumat, 15 Desember 2017

Setiap Muslim Pasti Ingin Mengikuti Sunnah Nabi.

Setiap Muslim pasti ingin mengikuti sunnah Nabi. Tapi untuk itu, ia harus memahaminya terlebih dahulu. Dan untuk memahaminya, ia harus membacanya terlebih dahulu. Dan ketika ia membaca, ia pasti menafsirkan. Dan ketika ia menafsirkan, kecenderungan pribadi, pengetahuan, atau subjektivitas pasti ikut bermain di dalamnya.

Senin, 03 April 2017

Ilmu Yang Bermanfaat Itu Apa Sih?

Ilmu yang bermanfaat itu apa sih? Kalau dalam rumusan al-Ghazali di Bidayat al-Hidayah, ilmu yang bermanfaat itu adalah ilmu "yang menambah rasa takutmu kepada Allah, membuka matamu akan kekurangan-kekurangan dirimu sendiri, menambah pengetahuanmu tentang cara menyembah Tuhanmu, mengurangi cinta kepada dunia, menambah cinta kepada akhirat, membuka matamu akan cacat-cacat dalam amalan-amalanmu sehingga Engkau dapat berhati-hati darinya, membuatmu peka terhadap jebakan-jebakan dan tipu-daya setan, tipuannya terhadap ulama su' sehingga mereka patut mendapat kebencian dan murka Allah, karena mereka menggunakan agama untuk menikmati dunia, menjadikan ilmu sebagai sarana untuk mendapatkan kekayaan dari penguasa, menggelapkan harta wakaf, orang-orang miskin, dan anak-anak yatim, dan mengarahkan seluruh energi mereka sepanjang hari untuk meraih jabatan dan prestise di hati masyarakat, dan itu membuat mereka sibuk berdebat, bertengkar, serta beradu argumen dan rivalitas."

Belajar Ilmu Dari Alam

Disadari ataupun tidak, GUSTI ALLAH senantiasa memberikan banyak gambaran pada manusia lewat ciptaanNYA. Tetapi kebanyakan manusia ‘tidak berpikir’ sehingga keberadaan alam ciptaanNYA ini kelihatan biasa-biasa saja.

Kamis, 30 Maret 2017

Kata Mutiara Tentang Pencari Ilmu

Penyakit santri / murid yang paling buruk adalah menyepelekan guru, ustadz / kyainya setelah mendapatkan guru yang lebih baik. Hasil yang didapatkan kemudian lebih mendalam itu bukan untuk membanding-bandingkan antar guru, tetapi untuk menguatkan pemahaman dari guru sebelumnya (Al Habib M. Luthfi bin Yahya)

Kamis, 23 Februari 2017

ILMU, Dahulu & Sekarang....

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Zaman dahulu, orang sulit mencari ilmu tapi mudah mengamalkannya. Zaman sekarang, orang mudah mencari ilmu tapi sulit mengamalkannya.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Dahulu, ilmu dikejar, ditulis, dihafal, diamalkan dan diajarkan. Sekarang, ilmu diunduh, disimpan dan dikoleksi, lalu diperdebatkan.

Sabtu, 04 Februari 2017

Anakku, Kalau Kau Besar Kelak, Maka Ingatlah Selalu

Jangan sekadar belajar bahasa (entah itu bahasa indonesia, inggris atau lainnya), tapi lebih penting belajar menulis.
Jangan sekadar belajar IPA, fisika, biologi, kimia tapi juga memahami kebijakan alam dan keseimbangan.
Jangan sekadar belajar IPS, geografi, ekonomi, sosiologi, dsbgnya tapi juga melihat dunia membentang luas dengan keberagaman dan kesamaan.
Jangan sekadar belajar PMP, PPKN atau apalah nanti namanya, tapi juga tentang etika, moralitas dan kepedulian.
Jangan sekadar belajar matematika, aljabar, kalkulus dsbgnya tapi lebih penting belajar nalar dan sistematika.
Terakhir, yang paling penting, jangan sekadar belajar agama, lengkapilah dengan akhlak terpuji dan kebermanfaatan.

Ketika Ilmu Tidak Lagi Diagungkan


ومن تعظيم العلم: تعظيم الكتاب، فينبغى لطالب العلم أن لا يمد الرجل الى الكتاب وان لايضعه على البلاط الذى قعد فيه ووان لايضع شيئا فوقه
Termasuk mengagungkan ilmu adalah mengagungkan kitab.
Seorang santri seharusnya :
1. Tidak menyelonjorkan kaki ke arah kitab,

Kamis, 02 Februari 2017

Anakku, Maafkan Bentakan Ayah Dan Bundamu Dulu

Kami dulu tidak sadar, ketika Anak Kami bandel, dihadapi dengan bentakkan, itu artinya kami sedang mengajari Anak Kami, bahwa cara menghadapi kebandelan harus dengan kebandelan yang serupa, cara merespons ketidaksetujuan harus dengan perlawanan. Ketika dulu kami mencegah kenakalan Anak Kami dengan bentakan dan hardikan hakikatnya kami sedang mengajari, "Anakku, kalau ada orang nakal atau menyinggungmu, bentak, hardik, dan lawanlah dengan kekerasan!"

Selasa, 10 Januari 2017

Sabtu, 25 Mei 2013

Peran Orangtua Terhadap Motivasi Anak Tentang Pengamalan Agama


1.      Motivasi anak dalam menghadapi pengalaman beragama  adalah
a.       Karena disuruh oleh orang tua.
Hal ini menuntut kesadaran orang tua, jikalau anak  menjalankan kehidupan agama sehari- sehari dengan paksaan akan menjadikan anak malas untuk menjalankan kehidupan beragama.
b.      Karena kesadaran diri sendiri.
Hal ini sangat baik bagi anak maupun orang tua. Dimana anak dapat membuat orang tua bangga melihat anak dapat melakukan kehidupan beragama tanpa di suruh-suruh lagi
2.      Hambatan yang biasanya dikeluhkan oleh orang tua adalah
a.       Anak yang terlalu bandel.
Anak –anak zaman sekarang memang kadang – kadang susah   diatur, sehingga orang tua kurang bisa mengkontrol kebiasaan mereka untuk sholat, atau menjalankan kewajiban sehari-hari.
b.      Suka melawan apabila di beritahu mana yang baik dan mana yang buruk
Anak-anak yang biasa melawan apa yang dikatakan sama orang tua, mereka merasa orang tua mencampuri urusan pribadi mereka, biasanya anak yang melawan itu karena mereka terlalu banyak menonton televisi.
Motivasi orang tua agar anak menjadi anak yang baik, dan dapat mengamalkan ilmunya yang didapati dari sekolah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga orang tua tidak menyuruh lagi,  jadi anak dapat melakukannya dengan kesadaran diri sendiri.
3.      Saran kepada Orang Tua
a.       Sebagai penangung jawab pelaksanaan pendidikan agama di lingkungan keluarga hendaknya orang tua senantiasa taat mengamalkan ajaran agama Islam sebagai upaya memberi keteladaan yang lebih baik pada anak.
b.      Menciptakan suasana keagamaan di lingkungan keluarga yang dapat mendorong anak untuk mengamalkan ajaran agamanya secar sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-sehari . Hal ini karena frekuensi siswa di lingkungan disekolah lebih kecil sehingga dorongan orang tua sangat di butuhkan dalam upaya mengawasi perilaku keagamaan selama di rumah.

Pendidikan Tauhid Dalam Keluarga


 Urgensi (Pentingnya) pendidikan tauhid dalam keluarga, dapat diukur dengan melihat dasar, tujuan, dan fungsinya.
1.      Dasar pendidikan tauhid dalam keluarga adalah Al Quran dan Al Hadits, di antaranya :
a.       Dari Al Quran :
1) Surat At Tahrim ayat 6.
2) Surat Luqman ayat 13.
3) Surat Al Baqarah ayat 132-133.
b.      Dari hadis :