Tampilkan postingan dengan label Ya Bunayya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ya Bunayya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 September 2018

Adab, Ilmu dan Akal

Seiring berkembangnya zaman dan Teknologi, banyak kalangan remaja juga anak² kehilangan adab dan sopan santun. Adab kepada Kyai, adab kepada orang tua, adab kepada guru, adab kepada saudara bahkan kepada sesama.
Dan apa kira kira solusinya. Tentu saja ngaji, dengan ngaji kita akan mendapatkan ilmu, setelah mendapatkan ilmu tentunya mengamalkan ilmunya yang di peroleh setelah mengaji.
KH Hasyim Asy'ari pendiri NU ini juga membahas hal ini

Selasa, 18 September 2018

Salah Satu Penyebab Miskin Adalah Durhaka dengan Guru

Sedikit kisah di kota Tarim ada seorang murid yang sangat cerdas dan pintar tapi durhaka kepada gurunya, dikisahkan dalam sebuah kisah yang penuh hikmah, belasan tahun lalu... ada seorang santri yang sedang nyantri di Rubat Tarim dan diasuh langsung oleh Habib Abdulloh Assyatiri, dia santri dikenal sangat alim, cerdas dan pintar hingga mampu menghafal Kitab Tuhfatul Muhtaj 4 jilid. Siapa yang tak kenal dia??? santri yang sangat cerdas dan pintar. Semua tau bahwa ia sangat cerdas dan pandai bahkan diprediksi oleh banyak orang sebagai calon Ulama Besar atau seorang Ilmuan Termasyhur.

Sabtu, 04 Februari 2017

Anakku, Kalau Kau Besar Kelak, Maka Ingatlah Selalu

Jangan sekadar belajar bahasa (entah itu bahasa indonesia, inggris atau lainnya), tapi lebih penting belajar menulis.
Jangan sekadar belajar IPA, fisika, biologi, kimia tapi juga memahami kebijakan alam dan keseimbangan.
Jangan sekadar belajar IPS, geografi, ekonomi, sosiologi, dsbgnya tapi juga melihat dunia membentang luas dengan keberagaman dan kesamaan.
Jangan sekadar belajar PMP, PPKN atau apalah nanti namanya, tapi juga tentang etika, moralitas dan kepedulian.
Jangan sekadar belajar matematika, aljabar, kalkulus dsbgnya tapi lebih penting belajar nalar dan sistematika.
Terakhir, yang paling penting, jangan sekadar belajar agama, lengkapilah dengan akhlak terpuji dan kebermanfaatan.

Tiap Senyuman dan Tetesan Kedua Mata Orang Tuamu

Tiap senyuman yang keluar dari wajah orang tuamu karena kebaikan, karya, dan prestasimu akan menjadikan ribuan kenikmatan untukmu.
Tiap tetesan air mata yang keluar dari kedua mata orang tuamu karena kedurhakaanmu akan mendatangkan ribuan mala petaka pada dirimu.

Kadangkala Hidup Mengharuskan Kita Menangis Tanpa Sebab

Wahai Putra-Putriku Yang Mulia...
Kadangkala hidup mengharuskan kita menangis tanpa sebab. Kita merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepada kita.
Kita mengira keputusan yang kita ambil sudah tepat, ternyata perkiraan kita keliru.
Jangan putus asa !!
Bangkitlah !!
Teruslah berjuang !!