Tampilkan postingan dengan label Pengajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengajian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Kualat Sosial

Dalam ajaran Islam kita dilarang oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW untuk bersikap "asy syamaatah" kepada orang lain, khususnya sesama umat Islam, Asy Syamaatah adalah kegembiraan atas adanya masalah atau cobaan yang menimpa orang lain.

Jumat, 15 Desember 2017

Kehadiran Anda Menjadikan Orang Lain Bahagia

Sedikit kesimpulan dari ceramah yang disampaikan KH. Abdul Aziz Choiri, ketua MUI Lamongan, pada acara Maulidan tadi. Inti daripada kehidupan adalah membahagiakan orang lain, kalau kehadiran anda menjadikan orang lain bahagia maka maknanya anda sudah bermanfaat, jangan jadikan kehadiran anda justru menyusahkan hati orang lain. Dan manusia yang paling membahagiakan orang lain tiada lain adalah Rasulullah SAW. Rasulullah mengajarkan bila memiliki kelebihan harta berikanlah sebahagian hartamu kepada orang-orang yang lebih butuh, bila mempunyai Ilmu, ajarkanlah, bila yang kau miliki itu tenaga, maka gunakanlah tenaga itu untuk membantu orang lain, dengan cara-cara itulah kita bisa membahagiakan orang lain.
Menurut saya indah sekali agama ini bila yang kita jadikan orientasi itu adalah kebahagiaan, bukan kebencian, kesusahan, dan kesumpekan.
Saat acara maulidan tadi hadirin saya simak pada hepi dan bahagia semua, habis sholawatan, pengajian disampaikan dengan cara yang santai, menghibur, dan membahagiakan, tapi juga berbobot, dan sama sekali tidak menyinggung soal pulitik, pulang pun dalam keadaan bahagia.

Agama Mengajarkan Jangan Berdusta, Jangan Memfitnah, Jangan Su'ul Adab

Agama mengajarkan jangan berdusta. Lalu Sebagian orang beriman rajin sebar hoax demi bela agama.
Agama mengajarkan jangan memfitnah. Lalu Sebagian orang beriman rajin memfitnah untuk berdakwah.
Agama mengajarkan jangan su'ul adab, lalu sebagian orang beriman rajin mencaci maki dan berkata kasar hanya karena beda pendapat.

Rangkuman Ceramah Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya.

Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya dalam Ceramah nya di Acara Maulid Nabi dan Haul Sesepuh dan Raden Ayu Fatimah binti Husen di Randu dongkal Pemalang Jateng ..
Setelah Mendengar Lagu Kebangsaan Indonesia beliau Menyampaikan :
"Cinta Tanah Air Bagian dari Iman.

Jumat, 01 Desember 2017

Habib Jindan Maulid Nabi di Istana Bogor: Islam Tak Dibela dengan Caci Maki, Tapi dengan Rahmat

Peringatan Maulid Nabi malam Jum'at kemarin, 12 Rabi'ul Awwal 1439 Hijriah, di Istana Bogor mengundang Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan dari Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten. Habib Jindan berceramah dengan tema 'Moderasi Dakwah Nabi Muhammad Saw. dalam Mewujudkan Harmoni Kehidupan'. Berikut adalah ringkasan dari apa yang disampaikan beliau:

Rabu, 14 Juni 2017

Pesan Untuk Para Pecinta Al-Quran


01-

02-

03-

04-

05-

06-

07-

08-

09-



10-

11-

12-

13-


14-

15-

16-

17-

18-
19-

20-

21-
Jika terasa sempit waktu kita, bacalah al Quran, pasti waktu kita akan menjadi berkah dan lapang.
Segala sesuatu jika kita tinggalkan ia akan menjadi usang dan rusak, kecuali al Quran, jika kita meninggalkannya, kitalah yang akan usang.
Jika kita membaca al Quran dan menginginkan petunjuknya diikuti orang lain, maka dahuluilah mereka dalam mengikuti petunjuknya.
Jika kita membaca al Qur'an, mari kita menjadikannya seolah-olah diturunkan untuk kita yang sedang membacanya.
Jika kita menemukan kalimat al Quran yang belum bisa dipahami, jangan memaksakan diri untuk memahaminya, karena kemampuan kita terbatas.
Ada satu syarat mutlaq dalam usaha memahami al Qur'an, yaitu menghilangkan kesombongan, karena hati yang sombong akan dipalingkan dari al Qur'an.
Tujuan terpenting al Quran adalah sebagai petunjuk, maka, mari kita jadikan al Qur'an sebagai petunjuk, bukan hanya sebagai bahan bacaan dan kebanggaan.
Ketika kita membaca al Quran, janganlah kita melupakan hak-hak orang di sekililing kita. tetaplah tanggap terhadap sekitar kita.
Jika kita sedang membaca al Quran, lalu salah satu orang tua kita mengajak bicara, maka hentikanlah bacaan al Quran, dengarkanlah beliau, pandanglah wajah beliau, dan tutuplah mushaf, sampai beliau selesai dengan keperluannya, barulah kita boleh membaca al Quran kembali.
Jika kita sedang membaca al Quran, lalu ada tamu datang, maka hentikanlah bacaan al Quran, dan sambutlah tamu tersebut, karena ia dikirim oleh Yang Menurunkan Al Quran.
Tuntutan yang selalu melekat pada seorang hafidz adalah senantiasa membaca al Quran setiap hari.
Menurut para ulama', hikmah al Quran dibagi menjadi 30 juz itu agar kita mudah menghatamkannya sebulan sekali.
Jika kita selesai menghatamkan al Quran, baik bacaan maupun hafalan, sebisa mungkin kita hilangkan rasa bangga karenanya, mari kita ganti dengan rasa syukur. karena bangga dan syukur sangat jauh berbeda.
Membaca ayat al Quran yang sama berulang-ulang akan memberi efek yang berbeda-beda dalam setiap kali bacaan, dan biasanya itu sangat menenangkan dan menentramkan.
Setelah hatam al Quran, janganlah kita melupakan doa untuk kebaikan umat dan pemimpinnya, karena itu anjuran para ulama'.
Jika kita membaca al Quran dan ingin merenungkan maknanya, maka sertakanlah kalbu, karena kalbu adalah perangkat utama dalam tadabbur al Quran.
Yang lebih utama adalah kita membaca al Quran untuk memperbaiki perbuatan kita, bukan kita membaca al Quran untuk mencari pembenaran perbuatan kita.
Guru yang mengajari kita al Quran berhak mendapatkan kebaikan doa kita setiap saat.
Kita tidak perlu mencocokkan angka setiap kejadian dengan angka dalam ayat dan surat al Quran, karena itu termasuk sewenang-wenang terhadap ayat.
Kita tidak perlu malu mengatakan: "aku belum paham ayat ini",
karena itu lebih aman dari pada kita menafsirkan ayat tsb sembarangan.
Jika bacaan al Quran diibaratkan makanan, maka bacaan sholawat diibaratkan minuman, keduanya kita butuhkan.

Jombang, 14 Mei 2017

Makna Kafir Dalam Al-Quran

Kata kafir dan turunannya terulang ratusan kali dalam al Quran, Abu Hilal al Askary mengatakan bahwa secara bahasa al kufr bermakna menutupi, orang Arab bisa mengatakan:
الليل كافِر
"Malam adalah Kafir"
karena malam menutupi segala sesuatu dengan kegelapannya.
كَفَر الغمامُ النجومَ
"Mendung menutupi bintang".
Orang yang menanam disebut Kafir, karena ia menyembunyikan/menutup benih di dalam tanah,

Waspada Dengan Anugerah

Orang-orang yang mendapat anugerah hafal al Qur'an, paham al Qur'an dan berbagai prestasi apapun berkaitan dengan al Qur'an harus selalu mewaspadai munculnya sifat dan perasaan "paling benar/baik/sholih", karena ini sangat berbahaya bagi perjalanan ibadahnya.
Cukuplah dia bersyukur dan berusaha menebar rahmat kepada orang lain sebagai upaya membalas anugerah Allah berupa al Qur'an kepadanya.

Kamis, 30 Maret 2017

Dawuh Mbah Maimoen Tentang Larangan Menghina Orang Munafiq Bahkan Iblis

Romo KH. Maimoen Zubair atau sering disebut Mbah Moen pernah mengatakan begini; Hajjaj ats-Tsaqafi, siapa yang tidak kenal panglima perang Dinasti Bani Umayyah ini, panglima yang dikecam banyak sahabat dan tabi’in karena kekejamannya. Ketika bercerita tentang (diantara kekejaman) beliau, Mbah Mun dawuh: “Jangan (ikut-ikutan) menghina Hajjaj! Meskipun dia begitu, tapi kalau bukan karena jasanya tentu kita sekarang tidak bisa baca al-Quran, karena beliaulah yang mengeluarkan perintah memberi tanda baca al-Quran sehinga mudah dibaca”.

Jumat, 24 Maret 2017

Titik I'rob, Titik Huruf, Harakat dan Pembagian Juz dalam Mushaf

Sebagaimana disepakati oleh para ulama, Mushaf Usmani sejak semula tertulis tanpa titik huruf, tanpa tanda ayat, tanpa harakat dan tanpa tanda wakaf yang kita kenal sekarang, bahkan dikatakan pembeda antar surat hanya diketahui dari basmalah di permulaan masing masing surat. keadaan ini bertahan kurang lebih 18 tahun sejak penulisan Mushaf Usmani. pada awalnya hal ini tdk menimbulkan kesulitan bagi para sahabat dan tabiin untuk membacanya mengingat kemampuan bahasa dan fashohah yang mereka miliki. tapi, lama kelamaan muncul kesalahan baca yang diakibatkan tidak adanya titik, harakat dan tanda ayat lainnya.

Selasa, 28 Februari 2017

KH Maimun Zubair: Jangan Tambahi Takbir Dengan Lafadz "Walau Karihal Munafiqun"


Saat itu malam Kamis Legi, 24 September 2015/ 10 Dzul Hijjah 1436 H, setelah Isya di Musholla Al-Anwar ada takbiran. Para santri membaca takbir, dan ketika membaca:
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه، مخلصين له الدين، ولو كره الكافرون....
Tepatnya pada kalimat 'ولو كره الكافرو' sebagian dari mereka menambahi dengan

Kamis, 23 Februari 2017

Tahlilan Itu...

Konco-konco, tahlilan niku tiang muslim ngempal lajeng mahos fatehah, mahos dzikir, mahos sholawat, istighfar, ganjarane/fadhilahe diniyataken kangge almarhum/almarhumah guru, tiang sepuh sing sampun sedho mantun ngoten terus moleh gowo berkat, nggeh to? ngoten niku coro diharomne opone sing haram? ngempale tiang islam jenenge silaturrohim,

Kamis, 16 Februari 2017

Dalam Diri Manusia Ada 2 Potensi Positif & Negatif


فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

1. Fujuroha. Potensi negatif. Dalam jasmani tempatnya. Musuh yg paling berat ada di diri manusia. Di bagian lambung ke bawah. Inginnya mengajak makan, syahwat. Kalau diikuti akan membuat dosa, baik kecil maupun besar. Kalau tidak dilatih, dididik, maka akan melahirkan dosa yg lebih besar lagi. Bentuk tazkiyatun nafs (melatih hawa nafsu) yaitu : -

Selasa, 07 Februari 2017

Nadlom Syair Tentang Nabi Muhammad SAW

Bulan Maulud, Bulan yang utama
Bulan lahirnya Gusti Nabi Kita
Tanggal dua belas, Isnen harinya
Waktu fajar sodiq itulah lahirnya

53 tahun di Makkah Hidupnya
Dan 10 Tahun ada di Madinah
22 Tahun Jadi Rasul Lamanya
63 Tahun itulah wafatnya

Nasihat KH Mufid Mas'ud (Pendiri PonPes Sunan Pandan Aran)

Yen wes Khatam Qur'an, kudu riyadhoh diposoni dideres ono jero sholat sampek Al Qur'an benar-benar mendarah daging.
Kowe wes Hatam Qur'an ojo kemaki wes lancar.. tur ora sregep nderes.. aku iki wes hatam puluhan tahun ngroso durung lancar isih kudu nderes.

Sabtu, 03 Desember 2016

Tausiyah KH. Said Aqil Siradj pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid itu isim Zhorof, maknanya lebih kepada memuliakan hari lahirnya Nabi.
sedangkan Maulud itu isim Maf'ul, makna nya lebih kepada memuliakan "Nabi yang masih Bayi".
keduanya boleh dan sama-sama baik.