Inilah 10 kekhususan
pada Nabi Saw., maka hafalkanlah. Agar kita terhindar dari api, pencuri dan
bencana. Syair pujian K.H Ahmad
Dalhar Watucongol pada junjungan Nabi Muhammad Shollallahu’alayhi Wasallam.
Syair pujian ini biasa dibaca atau diwiridkan setiap selesai sholat fardhu, dan
khususnya setelah adzan Maghrib, biasanya syair ini dikumandangkan di mushalla
atau masjid. Dan bagi santri-santri biasa juga dibaca sebelum dimulainya
mengaji. Syair ini kemungkinan beliau kutip dari kitabnya Syaikh Nawawi
al-Bantani al-Jawi, Maraqiy al-‘Ubudiyah syarah kitab Bidayat al-Hidayah karya
Hujjatul Islam al-Imam al-Ghozali.
Mengutip keterangan yang disampaikan Syaikh Ali
Jum'ah, sholawat tidak seperti ibadah lainnya, misalnya, sholat dan sedekah
kalau diniatkan supaya dipuji orang lain maka ibadah itu tidak diterima Allah
dan menjadi sia-sia belaka. Sholawat, meskipun dibaca dengan niat apapun, bahkan
karena ingin dipuji orang sekalipun, pasti tetap akan diterima oleh Allah. Maka
dari itu marilah kita sering-sering bershalawat, entah sholawat itu yang
redaksinya berdasar hadis Nabi, maupun sholawat itu hasil susunan para ulama',
seperti sholawat nariyah, sholawat munjiyat dan lain sebagainya.
Allahumma shalli wasallim ‘ala ۞ Muhammadin wa alin washahbin ajma’in.
اللَّهُمَّ
اهْدِنَا الطَّرِيْقَ الْمُسْتَقِيْمَ ۞ طَرِيْقًا مِنَ اللهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ Allahummahdina ath-thariqal mustaqim ۞Thariqan minallahi Rabbil ‘alamin.
(Ya Allah tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan dari Allah Tuhan semesta alam)
Pupujian adalah puisi yang berisi
puja-puji, doa, nasihat, dan pelajaran yang berjiwakan agama Islam. Pupujian
termasuk puisi keagamaan dan seni keagamaan (religius art) yang berfungsi untuk
pendidikan, sejarah khotbah.
Pupujian yaitu puisi yang isinya mengenai
puja-puji, doa, nasihat, dan ajaran yang dijiwai oleh ajaran Islam. Jenis karya
sastra ini pada awalnya hidup di lingkungan pesantren dan tempat-tempat
pengajian yang memiliki hubungan erat dengan ajaran Islam. Munculnya pondok
pesantren pun sejalan dengan masuknya agama Islam ke Jawa Barat.
Pada periode awal masa penyebaran agama
Islam, para ulama atau kiyai mempergunakan berbagai cara termasuk pupujian
untuk menarik orang memasuki dan mempelajari agama Islam. Hal demikian itu
sebagaimana dilakukan Sunan Kali Jaga ketika memasukkan ajaran Islam ke dalam
seni wayang Di Jawa Barat.
Tulisan berikut ini disarikan dari kitab an-Nur al-Mubin fi Mahabbat
Sayyid al-Mursalin karya Hadhratus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari,
salah satu tokoh sentral dan pendiri Nahdlatul Ulama. Beliau termasuk
salah seorang pakar hadits (muhaddits) terkemuka di masanya, yang
menjadi rawi ke-24 dari rantai silsilah hadits Shahih Bukhari-Muslim
dari gurunya asy-Syaikh Mahfudz at-Termasi, guru besar Masjidil Haram
yang bermadzhab Syafi’i.
1. Adab Para Salaf Shaleh sebelum Hadir ke Tempat Acara Maulid Nabi Saw.
Sebelum menghadiri acara Maulid Nabi Saw. terlebih dahulu para salaf shaleh melakukan hal-hal berikut ini:
· Berwudhu dengan baik dan sempurna.
Lantunan Indah Nan merdu Ustad Muhammad Qolbi untuk Guru tercinta
Assayid Al Habib Munzir Almusawa, saat beliau dalam kondisi sakit,
Qosidah Nasim Habbat Alaina.
Teks Qosidah Nasim Habbat ‘Alaina ini :
ﻧﺴﻴﻢ ﻫﺒﺖ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﺣﻤﯽ ﺍﻟﻤﺼﻄﻔﯽ
Nasîm habbat ‘alainâ min himâl Mushthofâ
Telah berhembus angin sejuk dari pangkuan Rasulullah
saw kearah kami,
ﻧﺴﻴﻢ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﻬﻨﺎﺀ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﺪﻭﺍﺀ ﻭﺍﻟﺸﻔﺎﺀ
Nasîm fîhâl hanâ’ fîhâd-dawâ’ wasy-syifâ’
angin sejuk pada nya terdapat obat dan kesembuhan.
ﺑﺸﻤﻬﺎ ﻳﺼﻠﺢ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﻟﻨﺎ ﻭﺍﻟﺨﻔﺎﺀ
Bisyamihâ yushlihidh-dhôhir lanâ wal khofâ’
Dengan menghirup nya segala yang zahir dan yang
tersembunyi menjadi baik,
ﻳﺎﺑﺨﺖ ﻣﻦ ﻟﻠﻨﺒﻲ ﻓﯽ ﮐﻞ ﺣﺎﻝ ﺇﻗﺘﻔﺎﺀ
Yâ bakhkhot man linnabiy fî kulli hâl iqtafâ
sungguh beruntung orang-orang yang selalu mengikuti
Nabi saw disetiap keadaan nya…
ﻋﻠﯽ ﻗﺪﻡ ﺻﺪﻕ ﻣﻊ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻬﻤﻢ ﻭﺍﻟﻮﻓﺎﺀ
‘Alâ qodam shidqin ma’a ahlil himamu wal wafâ’
Di atas pijakan kaki kesetiaan bersama pemilik kesetiaan
ﻫﻢ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﺍﻷﮔﺎﺑﺮ ﻫﻢ ﻫﻢ ﺍﻟﺸﺮﻓﺎﺀ
Humur-rijâlil akâbir hum humusy-syurofâ
mereka adalah orang-orang besar, mereka adalah
orang-orang mulia.
ﻫﻢ ﺃﻫﻞ ﺍﻷﺳﺮﺍﺭﻫﻢ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻨﻘﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﻔﺎﺀ
Hum ahlil asrôro hum ahlin-naqô’ wash-shofâ’
Mereka adalah pemilik rahasia Illahi mereka adalah
pemilik kesucian dan ketulusan
ﻳﺎﺣﺎﺩﻱ ﺇﺷﺠﻊ ﻓﺤﺎﻟﻲ ﺑﺎﻟﻨﺒﻲ ﻗﺪ ﺻﻔﺎﺀ
Yâ hâdiy isyja’ fahâliy binnabiy qod shofâ
Wahai yang melantunkan nada, lantunkanlah syair-
syairmu dengan Rasulullah saw, keadaanku sungguh
telah menjadi bersih.
ﺇﺫﺍ ﺑﺪﺕ ﻋﻴﻦ ﺟﻮﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﺎ ﻋﻔﯽ
Idzâ badat ‘aini jûdillâhi ‘annâ ‘afâ
Apabila telah nampak pandangan Kemurahan ALLAH,
niscaya Ia akan memaafkan kesalahan kita,
ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺴﺒﯽ ﻭﻧﻌﻢ ﺍﻟﺤﺴﺐ ﺣﺴﺒﻲ ﮔﻔﯽ
Allâhu hasbî wa ni’mal hasbî hasbî kafâ
cukuplah ALLAH bagiku dan sebaik-baik Dzat yang
mencukupi adalah Dzat yang telah mencukupiku.
ﻣﻨﻪ ﺍﻟﻤﻮﺍﻫﺐ ﻭﻣﻨﻪ ﺍﻟﻌﺎﻓﻴﺔ ﻭﺍﻟﺸﻔﺎﺀ
Minhul mawâhib wa minhul ‘âfiyah wasy-syifâ’
Segala pemberian dan segala kesihatan serta
kesembuhan berasal dariNYA,
ﻳﺎ ﻭﺍﺳﻊ ﺍﻟﺠﻮﺩ ﺭﺑﻲ ﺧﻴﺮ ﻋﺎﻓﻲ ﻋﻔﯽ
Yâ wâsi’al jûdi robbî khoiri ‘âfî ‘afâ
wahai Dzat Yang Maha Luas KemurahanNYA, wahai
Tuhanku sebaik-baik Dzat yang telah Memberikan `Afiah…
ﺃﻣﻨﻦ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﺮﻓﻘﺔ ﻋﺒﺪﻙ ﺍﻟﻤﺼﻄﻔﯽ
Umnun ‘alainâ bi rifqota ‘abdikal Mushthofâ
Berikanlah kepada kami kebersamaan bersama hambaMU
yang terpilih Rasulullah saw
ﺃﺳﻠﻚ ﺑﻨﺎ ﻧﻬﺞ ﻣﻦ ﻟﻬﺪﻳﻪ ﺇﻗﺘﻔﯽ
Usluk binâ nahji man lihadyihi iqtafâ
tuntunlah kami kepada ajaran orang-orang yang telah
mengikuti hidayah NabiMU.
ﻧﺜﺒﺖ ﺑﺪﻭﺍﻥ ﻭﺭﺙ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺍﻟﺨﻠﻔﺎﺀ
Nutsbat bidiwâni wurotsin-nabiyl khulafâ
Kami dapat di tetapkan dalam dewan para pewaris
Rasulullah saw, para pengganti-pengganti beliau
ﺑﺠﺎﻩ ﺃﺣﻤﺪ ﺣﺒﻴﺐ ﺍﻟﻠﻪ ﮔﻨﺰ ﺍﻟﻮﻓﺎﺀ
Bijâhi Ahmad habîbillâhi kanzil wafâ’
dengan pangkat kebesaran Ahmad Kekasih ALLAH gudang
segala kesucian…
ﻋﻠﻴﻪ ﺻﻠﯽ ﺇﻟﻬﻲ ﻣﺎ ﺍﻟﺤﻴﺎ ﻭﮔﻔﺎﺀ
‘Alaihi shollâ ilâhî mâl hayâ wa kafâ’
Sholawat Tuhanku keatas nya selama kehidupan berada
ﻭﺍﻵﻝ ﻭﺍﻟﺼﺤﺐ ﻣﺎﺑﺮﻕ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﺭﻓﺮﻓﺎ
Wal ãli wash-shohbi mâ barqis-samâ’ rofrofân
dan kepada keluarga serta para sahabat, selama langit
bersinar dengan kilat nya dan bergemuruh dengan suara
nya…”