Sejarah mencatat,
bahwa tiga orang Khalifah Khulafaur Rosyidin (Umar bin Khattab, Utsman bin
Affan, dan Ali bin Abi Thalib), para sahabat nabi yang utama dan dijamin
sebagai ahli surga oleh Rasulullah SAW, mereka wafat terbunuh akibat dendam,
fitnah dan kebencian yang terpendam dalam sosok-sosok jahat: Abu Lu'luah, Amr
bin Hamiq, dan Abdul Rahman bin Muljam.
Senin, 15 April 2019
(Larangan) Jangan Menghina Penguasa
مَنْ أَهَانَ السُّلْطَانَ أَهَانَهُ اللهُ.
Barangsiapa yg
menghina seorang penguasa, maka Allah akan menghinakannya. (HR al-Tirmidzi)
Hadits ini
memberikan pesan:
1. Larangan menghina
atau menghujat seorang pemimpin dan anjuran menasehati dan bersabar atasnya.
2. Maksud pemimpin
dalam hadits tsb, adalah setiap orang yg memiliki kekuasaan dan tanggungjawab
terhadap kaum Muslimin seperti khalifah, presiden, amir, gubernur, bupati dan
seterusnya.
Ragam Peran Kiai menurut Habib Luthfi bin Yahya
NU merupakan ormas
yang dikenal sebagai gudang kyai. Menurut Habib Luthfi bin Yahya, ada beberapa
macam kriteria kyai di NUsantara ini, diantaranya:
1. Kyai Tandur,
yaitu Kyai yang sukanya ngasuh pondok pesantren, ngopeni para santri.
2. Kyai Catur, yakni
Kyai yang suka terjun ke dunia politik mengawal peraturan dan Undang-Undang
yang berpihak pada kepentingan agama dan umat.
3. Kyai Tutur, yaitu
Kyai yang sukanya berdakwah ditengah masyarakat luas. Biasa disebut juga
Mubaligh atau Da'i.
4. Kyai Sembur,
adalah Kyai yang biasa jadi rujukan orang berkonsultasi, ahli suwuk dan ahli
hikmah.
5. Kyai Wuwur,
merupakan Kyai yang menjadi rujukan hukum oleh para kyai lainnya. Mereka ini
adalah ahli fatwa, pengayom umat.
Para Kyai memiliki
keahlian dan peran yang berbeda-beda, namun mereka memiliki tujuan yang sama
li-mashalihil ummah yaitu memberi manfaat dan kemaslahatan bagi umat.
Mengapa Ada Sayyidina dalam Shalawat Shalat?
Melafalkan
Allahumma shalli 'ala Muhammad adalah sesuai dengan arahan Rasulullah dalam
bershalawat dan bershalat. Namun, menambahkan
sayyidina sehingga menjadi 'Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad'
اللهم صل على سيدنا
محمد
adalah mengedepankan
etika (adab), dan dapat dibenarkan.
Jumat, 12 April 2019
Pemilu, Memilih Pemimpin dan Islam
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ
وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ... الأية
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu." Q.S. An-Nisaa ayat 59. Ayat ini adalah perintah taat kepada penguasa atau
pengatur atau pemimpin atau pemilik perintah. Allah menyebutnya ulil amri. Ketaatan kepada Ulil amri adalah setelah Allah dan Rasulullah. Urutan yang wajib ditaati: 1. Allah, 2. Rasulullah, 3. Ulil Amri. Ulil Amri ada di peringkat ketiga yang ditaati setelah Allah dan
Rasulullah.
Selasa, 02 April 2019
Malam ini Malam Isro Mi'roj
Malam ini, seribu
tahun lebih yang lalu, satu peristiwa besar terjadi, seorang hamba menemui
Tuhannya, ada peristiwa "Melangitkan manusia untuk berkontribusi kembali
di bumi".
Jika ayat Tuhan
dimulai dg "Subhana" (Mahasuci) berarti ada kejadian luar biasa yg
tak bisa dijangkau oleh logika manusia, jika perjalanan dari Masjidil Haram di
mekkah menuju Masjidil Aqso bisa kita logikakan hari ini, perjalanan dari Aqso
ke Sidratal Muntaha tak akan bisa.
Di ayat itu, Allah
memakai kata "Asra" (menjalankan), Nabi Muhammad pasif dalam hal ini,
yg menggerakkan adalah Allah SWT, yg kuasa, mengatur bertemu nabi2 sebelumnyam
mendapat perintah Shalat, adalah Allah nan agung...
Minggu, 30 Desember 2018
Aturan Komentar Negatif:
Para ulama telah membuat aturan-aturan atau prinsip-prinsip ketika ingin
menyalahkan orang lain atau menghukuminya, ini dikenal dengan istilah
ضوابط الحكم على الناس
Aturan2 itu diantaranya:
1- Hanya orang yang tahu dengan seksama semua karakter seseorang yang boleh
menghukuminya.
2- Hanya orang yang tahu metodologi kritik yang boleh menghukumi seseorang.
3- Menghukumi orang lain itu memakai standar Alquran dan Hadist bukan
pendapat perorangan atau kelompok.
Langganan:
Postingan (Atom)