Minggu, 30 Desember 2018

Memahami Bahasa Alam (Perjanjian Aqobah 2 - Tsunami Banten)

Momentum baiat Aqobah kedua, dijadikan starting point oleh kaum muslimin untuk berbondong bondong hijrah ke Madinah hingga tinggal tersisa Nabi SAW, Abu Bakar, Ali dan beberapa sahabat lainnya di Mekah
Gelombang besar hijrah ini dicium oleh kafir Quraisy sebagai ancaman masa datang, karena bisa jadi kaum muslimin akan menjadikan Yatsrib yang kemudian berganti nama menjadi Madinah digunakan sebagai pusat kekuatan yang mengganggu otoritas mereka.

Senin, 12 November 2018

Khutbah: Menghadiri Maulid Nabi ﷺ.. Diintisari Dari Buku Annitat Karya Syekh Sa'ad Tarim.

Muqaddimah Arab (Tema Bulan-Bulan Islam)
Wasiat Taqwa Bahasa Indonesia

Jamaah Jumat rahimakumullah
Di bulan Rabiul Awwal semua orang beriman bergembira dan berbahagia. Perayaan kelahirannya diadakan dimana-mana. Banyak orang yang menghadirinya di manapun diadakan. Harapan mereka adalah keberkahan, ingin mengenal Rasulullah SAW, ingin mencintainya, ingin memujinya, ingin meneladaninya, ingin bersamanya kelak di jannatun Na’im beserta org yng kita cintai, yaitu Rosul Muhammad sang kekasih kita dan masih banyak lagi harapan dan tujuan mulia mereka.

Jumat, 19 Oktober 2018

Khutbah: Jangan Merasa Aman, Jangan Karena Merasa Nyaman, Setiap Orang Yang Beriman, Pasti Akan Diberi Cobaan Dan Ujian


اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ, اَشْهَدُ أَنْ لآ إلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لاَ نَعْبُدُ اِلاَّ اِيـَّاهُ مُخْلِصِيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَلَوْ كَرِهَ الْمُنَافِقُوْنَ, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَلَّذِيْنَ هُمْ لِطَاعَتِهِمْ خَالِصُوْنَ. اَمَّا بَعْدُ: فَياَ عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْـمِ : الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah bersama-sama kita tingkatkan kwalitas taqwa kita kepada Allah swt. bertaubatlah selalu kepada Allah dengan meminta ampunan kepadanya.

Dalam beberapa bulan, minggu terakhir, terjadi beberapa musibah yang melanda negeri kita. Mulai dari gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi (pencairan tanah) yang menyebabkan amblasnya tanah dan meruntuhkan bangunan di atas bumi, banjir bandang. Kejadian tersebut membuat kita semua prihatin dan sedih atas musibah yang menimpa terhadap saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam. Saudara-saudara kita yang meninggal akibat bencana tersebut mencapai ribuan. Rumah-rumah penduduk dan fasilitas umum juga mengalami kehancuran. Dalam konteks seperti ini, yang paling tepat adalah mengembalikan status bencana kepada Allah Swt. Dalam QS al-Baqarah ayat 156, Allah berfirman yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji'ûn’ (sesungguhnya kita semua milik Allah dan kepada Allah pula kita semua kembali).

Senin, 15 Oktober 2018

Dakwah Ala Walisongo Kini Sudah Berubah Menjadi Dakwah “Singo”

Dakwah ala Walisongo kini sudah berubah menjadi dakwah “singo”, Rindu Hikmah yang mulai Luntur.
Jasa walisongo begitu terasa bagaimana bermodal dakwah secara hikmah (bijaksana) mengubah dogmatif sekte bahkan keyakinan keliru yang sudah mendarahdaging di nusantara menjadi negeri mayoritas muslim.

Tanya Jawab Soal Membuang Kepala Kerbau Ke Laut

T: Ust, bolehkah kita membuang kepala kerbau ke laut selatan?
J: Boleh, asalkan benar-benar niat membuang.
T: Maksudnya?