Sebagaimana telah dimaklumi bersama, NU
merupakan جمعيّة دينيّة إجتماعيّة (organisasi keagamaan yang bersifat sosial). Sebagai organisasi
keagamaan Islam, tugas utama NU adalah menjaga, membentengi, mengembangkan dan
melestarikan ajaran Islam menurut pemahaman أهل السّنّة
والجماعة di bumi nusantara
pada khususnya dan di seluruh bumi Allah pada umumnya.
Selasa, 18 September 2018
Salah Satu Penyebab Miskin Adalah Durhaka dengan Guru
Sedikit kisah di kota Tarim ada seorang
murid yang sangat cerdas dan pintar tapi durhaka kepada gurunya, dikisahkan
dalam sebuah kisah yang penuh hikmah, belasan tahun lalu... ada seorang santri
yang sedang nyantri di Rubat Tarim dan diasuh langsung oleh Habib Abdulloh
Assyatiri, dia santri dikenal sangat alim, cerdas dan pintar hingga mampu
menghafal Kitab Tuhfatul Muhtaj 4 jilid. Siapa yang tak kenal dia??? santri
yang sangat cerdas dan pintar. Semua tau bahwa ia sangat cerdas dan pandai
bahkan diprediksi oleh banyak orang sebagai calon Ulama Besar atau seorang
Ilmuan Termasyhur.
Tidak Semua Ustadz Itu Ulama
Siapa pun bisa jadi ustadz, apakah dia
pelawak, artis sinetron, motivator, mantan napi, muallaf, guru TPA, penyanyi
dangdut dst.
Asalkan si pembawa acara (mc) menyebut
namanya pakai gelar ustadz, ya jadilah dia ustadz.
So, lobang hidung kita tidak perlu
melebar dulu kalau baru sekedar dipanggil ustadz. Siapa saja bisa jadi ustadz
kok.
Minggu, 16 September 2018
Makna Hijrah
Secara literal hijrah berasal dari kata
"hajara'. Al Mu’jam al Wasith menyebutkan : "hajara" berarti
"taraka min makan ila makan" ; meninggalkan satu tempat menuju ke
tempat lain dalam arti fisikal. Ia juga berarti "i’tazala" memisahkan
diri atau "tabaa’ada" menjauhkan diri. Ia juga bisa berarti
"taraka wathanahu", dia meninggalkan tanah airnya. Dalam bahasa
sekarang disebut "migrasi".
Sementara al Raghib al Isfahani dalam
"Mufradat Alfazh al Qur-an" menyatakan bahwa kata "hajara"
berarti :
Ikhtiyath Kalimat Tauhid, Tempatkan Kalimat Tauhid di Tempatnya
Topi Tauhid, Pembodohan Atas Nama Islam
Umat islam Indonesia mulai kehilangan identitas keislamannya. Mereka mau saja ditipu para pembohong seperti HTI dan ISIS terkait simbol-simbol keislaman. Orang-orang bodoh yang mengalami kejutan keimanan ini seperti kebo. Besar, nurut, tak bisa berpikir.
Umat islam Indonesia mulai kehilangan identitas keislamannya. Mereka mau saja ditipu para pembohong seperti HTI dan ISIS terkait simbol-simbol keislaman. Orang-orang bodoh yang mengalami kejutan keimanan ini seperti kebo. Besar, nurut, tak bisa berpikir.
Islam mengalami proses asimilasi
kebudayaan yang sangat panjang. Bahkan ketika Nabi masih hidup, proses itu
terus terjadi sehari-hari. Ibadah-ibadah kita 60% nyontek agama sebelumnya.
Islam bukan agama orisinil. Eksklusifisme bertentangan dengan sejarah ini.
Islam itu moderat sejak awal berdirinya.
Sabtu, 15 September 2018
Teks Arab Risalah Ahlussunnah Wal Jama'ah KH Hasyim Asy'ari
رسالة
أهل السنة والجماعة في حديث الموتى وأشراط الساعة وبيان مفهوم أهل السنة والجماعة
تأليف
العلامة
الشيخ محمد هاشم أشعرى الرئيس
الأكبر لجمعية نهضة العلماء
عفا
الله عنه وعن والديه وعن مشايخه وعن جميع المسلمين
آمين
Terjemah Risalah Ahlussunnah Wal Jama'ah KH Hasyim Asy'ari
DAFTAR
ISI
• Mukadimah….........................
• PASAL
I
Sunah
dan Bid’ah…................
• PASAL II
Masyarakat
Nusantara Berpegang Pada Madzhab Ahlussu-nah Wal Jama’ah. Munculnya Berbagai
Bid’ah di Nusantara & Macam-Macam Ahli Bid’ah Masa
Kini.......................
Langganan:
Postingan (Atom)