Jumat, 10 Agustus 2018

Nabi Tidak Pernah Tersesat, Segera Tinggalkan Para Ustadz Hijrah

KH. Ahmad Ishomuddin

Sudah seringkali saya ingatkan agar setiap umat Islam berhati-hati agar mengambil ilmu agama langsung dari para ahlinya, yakni dari para ulama, kyai, ustadz, tuan guru, yang jelas mata rantai pengambilan ilmunya (isnad), telah populer akan kedalaman ilmunya dan kesalehannya. Jangan belajar justru secara kepada sembarang ustadz atau ustadz yang sembarangan. Karena kini sebagian umat Islam sudah gampang memberi predikat ustadz kepada siapa saja yang pintar ceramah agama, pintar membual soal agama dan politik sambil sesekali melawak atau menghibur para pendengarnya, dan "berani" mengecam sana sini. Persoalan yang mereka panggil ustadz itu pada hakekatnya sungguh tidak paham ilmu-ilmu agama tidak menjadi masalah, karena mereka yang menggelarinya juga tidak paham.

Berkorban untuk kemerdekaan, BerQurban sebagai wujud keimananan dan Ketaatan

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى خَلَقَ الْاِنْسَانَ بِكَمَالِ النِعْمَةِ, وَخَلَقَهُ فِى الدُّنْيَا بِأَنْوَاعِ التَكْلِيْفِ لِإِيـْجَادِ الْمَصْلَحَةِ الَّتِى هِيَ مَدَارُ هِمَّةِ الْأُمَّةِ, اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَأَشْكُرُهُ عَلَى النِعَمِ الَّتِى اَنْزَلَـهَا عَلَى سَائِرِ الْاُمَّةِ مِنْهَا وُجُوْدِ الْإِسْتِقْلاَلِيَّةِ الخَالِصَةِ فِى بَلْدَتِنَا اِنْدُوْنِيْسِيَا الْمَرْغُوْبَةِ, اَشْهَدُ أَنْ لآ إلَهَ إلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أنَّ نَبِيَّـنَا وَسَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلَّذِيْ خَآصَّ بِالشَّفَاعَةِ, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ابْنِ عَبْدِ اللهِ, وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى هُدَاهُ, إِلَى يَوْمِ اْلقِيَامَةِ. اَمَّا بَعْدَهُ: فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوْا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالطَّاعَةِ وَالْعِبَادَةِ, وَنَهَاكُمْ بِالظُّــلْمِ وَالْمَعْصِيَةِ.

Ayyuhal Hadhirun Rahimakumullah
Marilah kita meningkatkan taqwa kita kepada Allah Azza wa Jalla. Taqwa yang juga menjadi wujud syukur kita kepada Allah atas segala  nikmat yang telah dianugerahkanNya kepada kita. Nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan juga nikmat kemerdekaan.
Dibulan Agustus ini terdapat dua peristiwa, yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Idul Adha yang mengandung makna tersirat dari prosesi qurban dan pengorbanan. Berkorban untuk kemerdekaan, dan BerQurban sebagai wujud keimanan dan bentuk Ketaatan kepada Allah SWT. Kita memang perlu mengingat dan menghikmahi kembali peristiwa Idul Adha dan para Pejuang kemerdekaan Indonesia sebagai satu kesatuan iman yang utuh.

Anatomi Radikalisme di Indonesia

M Kholid Syeirazi - Sekretaris Jenderal PP ISNU

Tulisan ini akan melacak akar ideologi radikalisme yang pada intinya adalah Islam sebagai ideologi politik dengan jargon الاسلام هو الدين والدولة وليس الدين والامة فقط: Islam itu agama dan negara, bahwa Islam itu sistem politik. Islam bukan sekadar agama dan umat, bukan hanya ajaran dan masyarakat. Tanpa Negara Islam, hukum Islam tidak bisa tegak. Tanpa hukum Islam yang total, Islam cacat dan seorang Muslim murtad begitu berhenti memperjuangkan formalisasi syariat.
Karena tulisan ini panjang, saya akan pecah menjadi tujuh bagian, dengan urutan subjudul sbb.
Seri-1 Pengantar
Seri-2 DI/NII: Keluar dari Konsensus
Seri-3 Penetrasi Salafisme
Seri-4 Generasi Harbi Pohantun dan Infishâl
Seri-5 Jihad Pasca Afghanistan
Seri-6 Dari JI ke JAT, Dari JAT ke JAD
Seri-7 Penutup
Tulisan ini semi-akademis, dengan referensi yang saya taruh di catatan perut. Daftar referensinya bisa dilihat di bagian penutup. Dari tulisan ini, kita akan memperoleh gambaran bahwa terorisme yang marak sekarang punya akar sejarah panjang dan terhubung dengan pergolakan Islamisme di Timur Tengah.
Semoga bermanfaat.

Kamis, 07 Juni 2018

Kumpulan Teks Syair Keagungan Ramadhan


الشَّهْرُ اْلعَظِيْمُ شَهْرُ الرَّمَضَانْ * اَلشَّهْرُ اْلكَرِيْمْ جَاءَ بِاْلغُفْرَانْ
Bulan yang agung bulan ramadhan – Bulan mulia penuh ampunan

جَاءَ فِى اْلوَعْدِ اَنَّ لِلْفَرْحَانْ * بِدُخُوْلِهِ وَجُوْبُ اْلِجنَانْ
Siapa yang senang masuk Ramadhan – Pastilah Syurga Allah janjikan

Sabtu, 26 Mei 2018

Teks/Lirik Lagu "Ramadan Ku Rindu" DNA Adhitya

Bulan Mulia
Kunanti-nanti
Penuh Sukacita
Kita Menyambutnya

Bulan Mulia
Kunanti-nanti
Penuh Bahagia
Menanti karna
Cinta...

Sabtu, 12 Mei 2018

Esensi Nabi-Nabi Dalam Mi'raj

Seperti disebutkan dalam Hadist, waktu mi'raj dalam peristiwa Isra Mi'raj, Rasulullah SAW bertemu :
- Langit 1 : Adam as.
- Langit 2 : Isa & Yahya as.
- Langit 3 : Yusuf as.
- Langit 4 : Idris as.
- Langit 5 : Harun as.
- Langit 6 : Musa as.
- Langit 7 : Ibrahim as.