KH. Ahmad Ishomuddin
Sudah seringkali saya ingatkan agar setiap umat
Islam berhati-hati agar mengambil ilmu agama langsung dari para ahlinya, yakni
dari para ulama, kyai, ustadz, tuan guru, yang jelas mata rantai pengambilan
ilmunya (isnad), telah populer akan kedalaman ilmunya dan kesalehannya. Jangan
belajar justru secara kepada sembarang ustadz atau ustadz yang sembarangan.
Karena kini sebagian umat Islam sudah gampang memberi predikat ustadz kepada
siapa saja yang pintar ceramah agama, pintar membual soal agama dan politik
sambil sesekali melawak atau menghibur para pendengarnya, dan
"berani" mengecam sana sini. Persoalan yang mereka panggil ustadz itu
pada hakekatnya sungguh tidak paham ilmu-ilmu agama tidak menjadi masalah,
karena mereka yang menggelarinya juga tidak paham.
