Rabu, 29 Maret 2017

Gus Dur : Qur an itu terdiri dari 4 huruf

kalau ngaji QUR'AN itu harus sungguh2.sebab QUR'AN itu kalau ga syafaat ya laknat
Pilihanya ya cuma 2 itu
QUR'AN itu hurufnya ada 4: قران

Khazanah Islam yang terus dihormati hingga sekarang

Khazanah Islam yang terus dihormati hingga sekarang, seperti al-Qanun fi-th-Thibb karya Avicenna, Tahdzib al-Akhlaq karya Miskawaih, Ihya' karya al-Ghazali, bahkan kumpulan cerita berbingkai Kisah Seribu Satu Malam, ditulis ketika umat Islam terbuka terhadap segala macam budaya dan ilmu dari pelbagai bangsa di dunia. Ketika al-Farabi berguru kepada ahli logika Kristen, ketika Sultan Almohad memerintahkan Averroes untuk menulis mukhtasar dan syarah terhadap karya-karya Aristoteles, atau ketika Ibn al-Muqaffa' terpesona dan menerjemahkan kumpulan fabel dari Persia yang kemudian ia beri judul Kalilah wa Dimnah. Aneh sebenarnya bila kini beberapa rekan Muslim mengimpikan kejayaan kembali Islam tapi kebencian dan kecemasan mereka terhadap segala yang berbau asing dan non-Islam begitu besarnya. Dan kemalasan mereka untuk belajar? Nggak ketulungan! 😃 😃 😃

Perdebatan, Antara Debat & Debat ditambah (+) Kusir

Perdebatan itu, terutama yang dibumbui dengan tambahan kusir, sulit akan membawa kita ke tingkat kebenaran yang lebih tinggi. Soalnya, dalam ikhtiar kita untuk mengalahkan lawan bicara, kita dipaksa untuk berpikir dalam kerangka berpikir lawan bicara kita. Akibatnya, secara nggak sengaja kita ikut ketularan berpikir seperti lawan bicara kita. Ambillah contoh pasal penistaan agama yang sekarang ini dialamatkan oleh orang kepada Ahok. Pasal ini kan sebenarnya bagian dari undang-undang pemerintah Orde Baru yang terkenal ngaret. Tapi begitu beberapa orang menggunakan pasal ini untuk menyerang Ahok, orang-orang yang nggak setuju langsung ikut-ikutan ketularan demam menuduh orang menista juga. Ada yang dituduh menista lambang negara, ada yang dituduh menista etnis lain, ada yang dituduh menistakan agama lain, dst dsb ....

Antara Pendapat Yang Benar dan Salah

"Pendapatku benar tetapi bisa jadi mengandung kesalahan, sedangkan pendapatmu salah tetapi bisa jadi memiliki kebenaran..."
Demikianlah pernyataan Imam Syafi’i dalam menyikapi pendapat keilmuan yang memang perbedaan itu merupakan sebuah keniscayaan.
Sebuah pernyataan dari pribadi berilmu yang dipenuhi sipat tawadhu'.
Beliau tidak mengatakan;
"Pendapatku sudah pasti benar, sedangkan pendapatmu salah, sesat dan menyesatkan..."

Ambil informasi dari berbagai sumber,
Dengar pendapat dari berbagai sisi,
Agar kita lebih bijak dalam menyimpulkan,
Agar kita lebih santun dalam bersikap...
Islam mengajarkan demikian..

Kumpulan Sya'ir Puji-Pujian Masjid Al-Amin Cikaso


Merawat Tradisi, Ajaran Para Wali dan Tentunya Cinta Kepada Nabi SAW
Silahkan di download, dicetak dan disebarluaskan, namun tidak untuk dikomersilkan..
Semoga Bermanfaat

Jumat, 24 Maret 2017

Titik I'rob, Titik Huruf, Harakat dan Pembagian Juz dalam Mushaf

Sebagaimana disepakati oleh para ulama, Mushaf Usmani sejak semula tertulis tanpa titik huruf, tanpa tanda ayat, tanpa harakat dan tanpa tanda wakaf yang kita kenal sekarang, bahkan dikatakan pembeda antar surat hanya diketahui dari basmalah di permulaan masing masing surat. keadaan ini bertahan kurang lebih 18 tahun sejak penulisan Mushaf Usmani. pada awalnya hal ini tdk menimbulkan kesulitan bagi para sahabat dan tabiin untuk membacanya mengingat kemampuan bahasa dan fashohah yang mereka miliki. tapi, lama kelamaan muncul kesalahan baca yang diakibatkan tidak adanya titik, harakat dan tanda ayat lainnya.