Rabu, 05 Juni 2013

Fathul Izaar_Islam dan Kamasutra


Kata kamasutra secara etimologis berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “kama” dan “sutra”. “Kama” berarti Cinta, asmara, kenikmatan, kesenangan, sperma, mani, dan seksualitas. “sutra” berarti piranti luhur, pengetahuan penting, ilmu agung dan sarana indah. Dengan demikian Kamasutra bermaka ilmu pengetahuan yang menjadi sarana untuk memahami seluk beluk asmara yang luhur, demi tercapainya kenikmatan dan kesenangan yang disertai dengan nilai keagungan. Makna kata ini juga mencakup aktivitas yang bersifat intim (seksual) dengan bingkai sakrelitas dan olah sperma dengan landasan norma susila.
 Kitab suci Al-Qur an dan al-Hadis yang menjadi pedoman hidup umat Islam banyak member informasi dan inspirasi megenai tata laksana hubungan pria wanita. Orientasinya adalah untuk memperoleh kebahagiaan lahir batin dibawah ridha dan ampunan Allah SWT. Harapannya, perilaku pasangan istri suami yang sedang bergairah akan tetap terarah,sehingga selalu mendapat hidayah dan berkah. Egitulah do’a yang senantiasa dimohonkan kepada Allah SWT untuk pengantin baru yang mulai membina bahtera rumah tangga agar dapat mewujudkan keluarga skainah, mawaddah, rahmah.
Kearifan local memperhatikan kualitas bibit, bebet dan bobot yang sesungguhnya merupakan turunan atas ajaran Islam, yakni Iman, Ilmu, dan Amal. Aspek bibit berkaitan dengan asal-usul seseorang. Perspektif genealogis keluarga dikenal dengan istilah trahing kusuma, rembesing madu, wijining atapa, dan  tedhaking andana warih. Maknanya adalah Bahwasannya kearuman, kemanisan, kesahajaan, kecendikiawan, keramahan dan kemurahan orang uta akan diwariskan kepada putra wayah alias anak cucunya. Keeladanan serta keutamaan para leluhur dapat menjadi pelita hidup bagi generasi penerus.
Islam amat menganjurkan supaya umatnya senantiasa fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Kompetisi dalam rangka dedikasi agar hubungan istri suami saling engisi. Kelebihan dan kekurangan dikelola sedemikian rupa, sehingga suasana menjadi harmonis. Rumah tangga yang kokoh dibangun oleh pribadi anggota-anggotanya dengan basis akhlaqul karimah. Masing-masing pihak menjalankan hak dan kewajibannya. Ar-rijaalu qawwaamuuna ‘ala an-nisaa’, pria adalah pemimpin bagi wanita. Secara akronim (Jawa: jarwa dhosok), kata wanita bermakna wani mranata, wani ditata. Tapa, tapak, telapak, disadari pula surge berada dibawah telapak kaki wanita. Isinilah pangkal tolak tumbuh dan berkembangnya bebet atau daya kekuatan, karena dirinya selalu menjungjung tinggi etika (tata karma) dan etiket (unggah-ungguh).
Bobot atau mutu keluarga merupakan persyaratan utama agar dapat mengenyam peradaban dunia, rahmatan lil ‘alamin. Ajaran agama Islam, sebagaimana yang dituntunkan dalam al-Qur an dan al-Hadis, member deskripsi scara terperinci perihal resep rumah tangga bahagia dan sejahtera. Kanjeng Sunan Kalijaga yang kreatif pun member wejangan buat suami istri dalam kitabnya Serat Nitimani. Ini adalah sebuah ajaran megenai tata karma seksologi yang menjelaskan keagungan niai agama dan budaya.
Penulisan risalah kenabian terus berlanjut pada zaman Walisongo, yang disempurnakan lagi oleh pujangga Jawa. Muncullah Serat Centhini karya Sinuhun Paku Buwana V yang terkenal sebagai ensiklopedi kebudayaan Jawa. Dalam naskah ini, teknik olah Asmara disajikan dengan lengkap dan menarik. Bagian yang mengulas metode bercinta tersebut boleh dikatakan sebagai Kamasutra Jawa, yang intinya membahas persoalan seksualitas yang bersumberkan ajaran Islam yang bersifat multikultural.
Sejatinya, para ulama terdahulu telah banyak mengkaji persoalan seksualitas dalam Islam melalui karya-karya mereka, keudian diteruskan oleh ulama-ulama masa kini. Berbagai pembahasan seputar hubungan Intim dalam Al-Quran dan Al-Hadis juga menunjukan bahwa Rasulullah SAW dan para pengikutnya tidak melalikan pentingnya seksualitas dalam kehidupan.
Mengapa seksualitas memiliki makna penting bagi setiap muslim? Dianta a alasannya ialah:
1.      Pemenuhan kebutuhan seks adalah Ibadah. Rasulullah SAW bersabda:
“…dan pada kemaluan salah seorang di antara kalian terdapat kesempata bersedekah…” [HR. Muslim]
2.      Hubungan seks yang halal adalah kenikmatan dan karunia Allah SWT, Allah SWT berfirman dalam QS Ar-Rum ayat 21:
وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوْآ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
3.      Perbuatan seks yang sah adalah perbuatan yang mulia
Sebagaimana Firman-Nya dalam QS. An-Nur ayat 33:
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لاَ يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِه...
“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya…”
Pada ayat tersebut Allah SWT menjelaskan bahwa betapa tinggi kedudukan orang yang mampu memelihara kesuciannya dengan melakukan hubungan seks yang halal.

***Semoga Bermanfaat***  iskandarniza.blogspot.com

Jumat, 31 Mei 2013

MTs Al-Amin Cikaso UN 2013 Lulus 100%











Allahu Akbar…!!!!
Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT, Sholawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan Nabi Kita Muhammad SAW beserta para shahabat, keluarga dan orang-orang yang mengikuti jalanNya hingga hari akhir.
Sungguh tiada kata yang pantas kami ucapkan selaku Jajaran Pengurus serta Dewan Guru MTs Al-Amin Cikaso selain puja dan puji kehadirat Allah SWT atas taufiq dan hidayahNya, Alhamdulillah siswa/i kami yang kemarin mengikuti Ujian Nasional dengan ijin Allah SWT serta Doa dan perjuangan, mereka mendapatkan kelulusan UN 2013 dengan predikan keberhasilan 100 %.
Kami dari segenap jajaran Penguru Yayasan Al-Amin Cikaso mengucapkan terima kasih kepada semua  Dewan Guru MTs Al-Amin Cikaso khususnya, yang telah mengajar dengan sangat baik, tidak pernah pilih kasih dalam mendidik, sangat sabar dan tidak kenal lelah dalam membimbing siswa-siswi di MTs Al-Amin Cikaso khususnya. Berkat jerih payah semua Guru, mereka pun dapat lulus dari MTs ini. Mudah-mudahan semua Guru yang bertugas mengajar di sekolah ini dapat diberikan kesehatan yang baik dan diberi kebahagiaan selalu.
Kami dari segenap jajaran Pengurus serta Dewan Guru  mendoakan agar  semua siswa/i dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, baik ke SMA, ke SMK, ke STM maupun institusi pendidikan lainnya untuk dapat mencapai cita-cita yang selama ini diangan-angankan.

Sabtu, 25 Mei 2013

Dekor MTs Al-Amin Cikaso 2013


***Semoga Bermanfaat***

Perbedaan Shalat Laki-Laki vs Shalat Wanita


Banyak kalangan Muslin yang hingga saat ini masih belum mengerti dimana letak perbedaan shalat laki-laki dan wanita. Karena ketidaktehuan ini, tidak ironis apabila banyak kalangan muslim laki-laki menunaikan shalat dengan cara sebagaimana yang dilakukan oleh kaum perempuan, ataupun sebaliknya. Padahal ada perbedaan yang mencolok dalam tata cara menunaikan shalat kaum laki-laki dan perempuan. Perbedaan tersebut telang ditegaskan dalam sebuah hadits Nabi SAW:
السنن الكبرى للبيهقي - (ج 2 / ص 223)
ان رسول الله صلى الله عليه وسلم مر على امرأتين تصليان فقال إذا سجدتما فضما بعض اللحم إلى الارض فان المرأة ليست في ذلك كالرجل

Peran Orangtua Terhadap Motivasi Anak Tentang Pengamalan Agama


1.      Motivasi anak dalam menghadapi pengalaman beragama  adalah
a.       Karena disuruh oleh orang tua.
Hal ini menuntut kesadaran orang tua, jikalau anak  menjalankan kehidupan agama sehari- sehari dengan paksaan akan menjadikan anak malas untuk menjalankan kehidupan beragama.
b.      Karena kesadaran diri sendiri.
Hal ini sangat baik bagi anak maupun orang tua. Dimana anak dapat membuat orang tua bangga melihat anak dapat melakukan kehidupan beragama tanpa di suruh-suruh lagi
2.      Hambatan yang biasanya dikeluhkan oleh orang tua adalah
a.       Anak yang terlalu bandel.
Anak –anak zaman sekarang memang kadang – kadang susah   diatur, sehingga orang tua kurang bisa mengkontrol kebiasaan mereka untuk sholat, atau menjalankan kewajiban sehari-hari.
b.      Suka melawan apabila di beritahu mana yang baik dan mana yang buruk
Anak-anak yang biasa melawan apa yang dikatakan sama orang tua, mereka merasa orang tua mencampuri urusan pribadi mereka, biasanya anak yang melawan itu karena mereka terlalu banyak menonton televisi.
Motivasi orang tua agar anak menjadi anak yang baik, dan dapat mengamalkan ilmunya yang didapati dari sekolah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga orang tua tidak menyuruh lagi,  jadi anak dapat melakukannya dengan kesadaran diri sendiri.
3.      Saran kepada Orang Tua
a.       Sebagai penangung jawab pelaksanaan pendidikan agama di lingkungan keluarga hendaknya orang tua senantiasa taat mengamalkan ajaran agama Islam sebagai upaya memberi keteladaan yang lebih baik pada anak.
b.      Menciptakan suasana keagamaan di lingkungan keluarga yang dapat mendorong anak untuk mengamalkan ajaran agamanya secar sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-sehari . Hal ini karena frekuensi siswa di lingkungan disekolah lebih kecil sehingga dorongan orang tua sangat di butuhkan dalam upaya mengawasi perilaku keagamaan selama di rumah.

Pendidikan Tauhid Dalam Keluarga


 Urgensi (Pentingnya) pendidikan tauhid dalam keluarga, dapat diukur dengan melihat dasar, tujuan, dan fungsinya.
1.      Dasar pendidikan tauhid dalam keluarga adalah Al Quran dan Al Hadits, di antaranya :
a.       Dari Al Quran :
1) Surat At Tahrim ayat 6.
2) Surat Luqman ayat 13.
3) Surat Al Baqarah ayat 132-133.
b.      Dari hadis :

2 (Dua) Macam Kepemimpinan

     Kepemimpinan itu ada dua macam, kepemimpinan dalam kebaikan dan kepemimpinan dalam keburukan. Para pemimin juga ada yang mengajak ke surga dan pemimpin yang mengajak ke neraka.
Allah SWT mensifati para pemimpin dalam kebaikan dalam firman-Nya tentang sebagian Para Rasul: