Selasa, 04 September 2018

Mengukur Keilmuan Da'i


قال الإمامُ الحافظُ ابنُ عبد البرِّ _ رحمه الله : لا يسلمُ العالمُ من الخطأ ، فمن أخطأ قليلاً و أصابَ كثيراً فهو العالم ، و من أصاب قليلاً و أخطأ كثيراً فهو الجاهل . اهـ
Imam Al-Hafidz Ibnu Abd Al-Barr berkata: "Orang berilmu tidak dapat menghindar dari salah. Barangsiapa berbuat salah sedikit dan berbuat benar lebih banyak, maka dia orang yang alim. Barangsiapa berbuat benar sedikit dan berbuat salah lebih banyak, maka dia orang yang bodoh." (Jami' Bayan al-Ilmi wa Fadhlih 2/820)

ﻭﺭﻭﻯ ﻣﺎﻟﻚ ﺑﻦ ﻧﺲ، ﻋﻦ ﺳﻌﻴﺪ ﺑﻦ اﻟﻤﺴﻴﺐ، ﺑﻠﻐﻪ ﻋﻨﻪ ﻧﻪ ﻛﺎ ﻳﻘﻮ: «ﻟﻴﺲ ﻣﻦ ﻋﺎﻟﻢ ﻻ ﺷﺮﻳﻒ ﺫﻱ ﻓﻀﻞ ﻓﻴﻪ ﻋﻴﺐ ﻟﻜﻦ ﻣﻦ ﻛﺎ ﻓﻀﻠﻪ ﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻧﻘﺼﻪ ﻫﺐ ﻧﻘﺼﻪ ﻟﻔﻀﻠﻪ ﻛﻤﺎ ﺃﻥ ﻣﻦ ﻏﻠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻧﻘﺼﺎﻧﻪ ﻫﺐ ﻓﻀﻠﻪ»
Malik bin Anas meriwayatkan dari Sa'id bin Musayyab: "Orang Alim, orang Mulia dan orang yang utama pasti memiliki aib. Namun jika kelebihannya lebih banyak daripada kekurangannya, maka kekurangannya akan hilang karena kelebihannya. Sebagaimana orang yang lebih banyak kekurangannya akan menghilangkan kelebihannya" (Jami' Bayan al-Ilmi wa Fadhlih 2/820)

>> Hanya di era sosmed ini kesalahan sedikit mengalahkan kelebihan yang banyak


Tidak ada komentar:

Posting Komentar