Senin, 26 November 2018
Senin, 12 November 2018
Khutbah: Menghadiri Maulid Nabi ﷺ.. Diintisari Dari Buku Annitat Karya Syekh Sa'ad Tarim.
Muqaddimah Arab (Tema Bulan-Bulan Islam)
Wasiat Taqwa Bahasa Indonesia
Jamaah Jumat rahimakumullah
Wasiat Taqwa Bahasa Indonesia
Jamaah Jumat rahimakumullah
Di bulan Rabiul Awwal semua orang beriman
bergembira dan berbahagia. Perayaan kelahirannya diadakan dimana-mana. Banyak
orang yang menghadirinya di manapun diadakan. Harapan mereka adalah keberkahan,
ingin mengenal Rasulullah SAW, ingin mencintainya, ingin memujinya, ingin
meneladaninya, ingin bersamanya kelak di jannatun Na’im beserta org yng kita
cintai, yaitu Rosul Muhammad sang kekasih kita dan masih banyak lagi harapan
dan tujuan mulia mereka.
Sabtu, 20 Oktober 2018
Jumat, 19 Oktober 2018
Khutbah: Jangan Merasa Aman, Jangan Karena Merasa Nyaman, Setiap Orang Yang Beriman, Pasti Akan Diberi Cobaan Dan Ujian
اَلْحَمْدُ
للهِ الَّذِيْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى
الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ, اَشْهَدُ أَنْ لآ إلَهَ إِلاَّ الله
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لاَ نَعْبُدُ اِلاَّ اِيـَّاهُ مُخْلِصِيْنَ وَلَوْ كَرِهَ
الْمُشْرِكُوْنَ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَلَوْ
كَرِهَ الْمُنَافِقُوْنَ, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَلَّذِيْنَ هُمْ لِطَاعَتِهِمْ خَالِصُوْنَ. اَمَّا
بَعْدُ: فَياَ عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ
وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْـمِ
: الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَ إِنَّا
إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah
bersama-sama kita tingkatkan kwalitas taqwa kita kepada Allah swt. bertaubatlah
selalu kepada Allah dengan meminta ampunan kepadanya.
Dalam beberapa
bulan, minggu terakhir, terjadi beberapa musibah yang melanda negeri kita.
Mulai dari gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi (pencairan tanah) yang
menyebabkan amblasnya tanah dan meruntuhkan bangunan di atas bumi, banjir
bandang. Kejadian tersebut membuat kita semua prihatin dan sedih atas musibah
yang menimpa terhadap saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam.
Saudara-saudara kita yang meninggal akibat bencana tersebut mencapai ribuan.
Rumah-rumah penduduk dan fasilitas umum juga mengalami kehancuran. Dalam
konteks seperti ini, yang paling tepat adalah mengembalikan status bencana
kepada Allah Swt. Dalam QS al-Baqarah ayat 156, Allah
berfirman yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan: ‘Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji'ûn’ (sesungguhnya kita
semua milik Allah dan kepada Allah pula kita semua kembali).”
Senin, 15 Oktober 2018
Dakwah Ala Walisongo Kini Sudah Berubah Menjadi Dakwah “Singo”
Dakwah ala Walisongo kini sudah berubah
menjadi dakwah “singo”, Rindu Hikmah yang mulai Luntur.
Jasa walisongo begitu terasa bagaimana
bermodal dakwah secara hikmah (bijaksana) mengubah dogmatif sekte bahkan
keyakinan keliru yang sudah mendarahdaging di nusantara menjadi negeri
mayoritas muslim.
Tanya Jawab Soal Membuang Kepala Kerbau Ke Laut
T:
Ust, bolehkah kita membuang kepala kerbau ke laut selatan?
J:
Boleh, asalkan benar-benar niat membuang.
T:
Maksudnya?
Semua yang terjadi di atas muka bumi ini atas kehendak Qudrah Irodahnya Allah Swt
“Apabila seseorang bertanya pada orang lain,
apakah malam ini baik untuk di gunakan akad nikah atau pindah rumah maka
pertanyaan seperti tidak perlu dijawab, karena nabi pembawa syariat melarang
meyakini hal semacam itu dan mencegahnya dengan pencegahan yang sempurna maka
tidak ada pertimbangan lagi bagi orang yang masih suka mengerjakannya, Imam
Ibnu Farkah menuturkan dengan menyadur pendapat Imam syafii: Bila ahli nujum
tersebut meyakini bahwa yang menjadikan segala sesuatu hanya Allah hanya saja
Allah menjadikan sebab akibat dalam setiap kebiasaan maka keyakinan semacam ini
tidak apa-apa yang bermasalah dan tercela adalah bila seseorang berkeyakinan
bahwa bintang-bintang dan makhluk lain adalah yang mempengaruhi akan terjadinya
sesuatu itu sendiri (bukan Allah)”. [ Ghayat al Talkhis al Murad Hal 206 ].
Langganan:
Postingan (Atom)
