Orang-orang
yang mendapat anugerah hafal al Qur'an, paham al Qur'an dan berbagai prestasi
apapun berkaitan dengan al Qur'an harus selalu mewaspadai munculnya sifat dan
perasaan "paling benar/baik/ sholih", karena ini sangat berbahaya
bagi perjalanan ibadahnya.
Cukuplah dia bersyukur dan berusaha menebar rahmat kepada orang lain sebagai
upaya membalas anugerah Allah berupa al Qur'an kepadanya.