Jumat, 16 Juni 2017

Menjadi Orang NU Itu...

Sesama manusia tak usah ngaku paling mulia.
Sesama Islam, tak usah klaim yg paling benar.
Sesama NU, tak usah bilang yg paling lurus.
Umat Nabi itu macam-macam, ada ahli ibadah ada yg suka maksiat. Semuanya sahabat.

Pokok pikiran sesepuh NU

Pokok pikiran sesepuh NU yang dirangkum gus Ghoifur Maimun
Bulan Desember lalu, ANSOR menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW. yang dihadiri oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo.
Pada Maulid ini diagendakan pertemuan Presiden dengan Kyai-kyai sepuh. KH. Maimoen Zubair salah satu yang diundang.

Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Saat peristiwa Isro Mikroj, Nabi dikenal luas sebagai seorang buta huruf.
Ini aneh, bgmn orang yg tak pernah baca bisa paham peta geografis.
Palestina untuk ukuran "orang desa Makkah" adalah jarak yg mimpipun tak pernah terlintas pergi kesana.
Ibarat Eropa bagi orang Blora. 😂

Sedikit twit dari @NUgarislucu

Membahagiakan orang adalah satu bentuk ibadah yang membahagiakan.
Di timlen banyak banget orang bijaksana. Bijak saat menilai pihak sana. 😂
Ada yang gemar mendoakan agar orang lain dapat hidayah, sambil merasa dirinya sudah paling nggenah. 😂
Ada juga yang gaya bicaranya santun, tapi mendadak marah-marah saat gak disantuni. 😂
"Hidup harus saling menghormati, kepada sesama musti saling menyantuni"

Walisongo antara Dzauq Arobi & Syiir Jawa Islam

Dzauq itu semacam cita rasa seni. Orang Jawajelas beda dengan orang Arab. Budayanya saja tidak sama apalagi selera bahasanya...jauh.
Dulu waktu mondok pernah  bertanya pada pak kyai, kenapa syi’ir (puisi) Arab kok tidak terasa seninya?
Kamu gak punya dzauq Arobi... Jawab Kyai

Rabu, 14 Juni 2017

Pesan Untuk Para Pecinta Al-Quran


01-

02-

03-

04-

05-

06-

07-

08-

09-



10-

11-

12-

13-


14-

15-

16-

17-

18-
19-

20-

21-
Jika terasa sempit waktu kita, bacalah al Quran, pasti waktu kita akan menjadi berkah dan lapang.
Segala sesuatu jika kita tinggalkan ia akan menjadi usang dan rusak, kecuali al Quran, jika kita meninggalkannya, kitalah yang akan usang.
Jika kita membaca al Quran dan menginginkan petunjuknya diikuti orang lain, maka dahuluilah mereka dalam mengikuti petunjuknya.
Jika kita membaca al Qur'an, mari kita menjadikannya seolah-olah diturunkan untuk kita yang sedang membacanya.
Jika kita menemukan kalimat al Quran yang belum bisa dipahami, jangan memaksakan diri untuk memahaminya, karena kemampuan kita terbatas.
Ada satu syarat mutlaq dalam usaha memahami al Qur'an, yaitu menghilangkan kesombongan, karena hati yang sombong akan dipalingkan dari al Qur'an.
Tujuan terpenting al Quran adalah sebagai petunjuk, maka, mari kita jadikan al Qur'an sebagai petunjuk, bukan hanya sebagai bahan bacaan dan kebanggaan.
Ketika kita membaca al Quran, janganlah kita melupakan hak-hak orang di sekililing kita. tetaplah tanggap terhadap sekitar kita.
Jika kita sedang membaca al Quran, lalu salah satu orang tua kita mengajak bicara, maka hentikanlah bacaan al Quran, dengarkanlah beliau, pandanglah wajah beliau, dan tutuplah mushaf, sampai beliau selesai dengan keperluannya, barulah kita boleh membaca al Quran kembali.
Jika kita sedang membaca al Quran, lalu ada tamu datang, maka hentikanlah bacaan al Quran, dan sambutlah tamu tersebut, karena ia dikirim oleh Yang Menurunkan Al Quran.
Tuntutan yang selalu melekat pada seorang hafidz adalah senantiasa membaca al Quran setiap hari.
Menurut para ulama', hikmah al Quran dibagi menjadi 30 juz itu agar kita mudah menghatamkannya sebulan sekali.
Jika kita selesai menghatamkan al Quran, baik bacaan maupun hafalan, sebisa mungkin kita hilangkan rasa bangga karenanya, mari kita ganti dengan rasa syukur. karena bangga dan syukur sangat jauh berbeda.
Membaca ayat al Quran yang sama berulang-ulang akan memberi efek yang berbeda-beda dalam setiap kali bacaan, dan biasanya itu sangat menenangkan dan menentramkan.
Setelah hatam al Quran, janganlah kita melupakan doa untuk kebaikan umat dan pemimpinnya, karena itu anjuran para ulama'.
Jika kita membaca al Quran dan ingin merenungkan maknanya, maka sertakanlah kalbu, karena kalbu adalah perangkat utama dalam tadabbur al Quran.
Yang lebih utama adalah kita membaca al Quran untuk memperbaiki perbuatan kita, bukan kita membaca al Quran untuk mencari pembenaran perbuatan kita.
Guru yang mengajari kita al Quran berhak mendapatkan kebaikan doa kita setiap saat.
Kita tidak perlu mencocokkan angka setiap kejadian dengan angka dalam ayat dan surat al Quran, karena itu termasuk sewenang-wenang terhadap ayat.
Kita tidak perlu malu mengatakan: "aku belum paham ayat ini",
karena itu lebih aman dari pada kita menafsirkan ayat tsb sembarangan.
Jika bacaan al Quran diibaratkan makanan, maka bacaan sholawat diibaratkan minuman, keduanya kita butuhkan.

Jombang, 14 Mei 2017

Makna Kafir Dalam Al-Quran

Kata kafir dan turunannya terulang ratusan kali dalam al Quran, Abu Hilal al Askary mengatakan bahwa secara bahasa al kufr bermakna menutupi, orang Arab bisa mengatakan:
الليل كافِر
"Malam adalah Kafir"
karena malam menutupi segala sesuatu dengan kegelapannya.
كَفَر الغمامُ النجومَ
"Mendung menutupi bintang".
Orang yang menanam disebut Kafir, karena ia menyembunyikan/menutup benih di dalam tanah,