Sebagaimana disepakati oleh para ulama, Mushaf
Usmani sejak semula tertulis tanpa titik huruf, tanpa tanda ayat, tanpa harakat
dan tanpa tanda wakaf yang kita kenal sekarang, bahkan dikatakan pembeda antar
surat hanya diketahui dari basmalah di permulaan masing masing surat. keadaan
ini bertahan kurang lebih 18 tahun sejak penulisan Mushaf Usmani. pada awalnya
hal ini tdk menimbulkan kesulitan bagi para sahabat dan tabiin untuk membacanya
mengingat kemampuan bahasa dan fashohah yang mereka miliki. tapi, lama kelamaan
muncul kesalahan baca yang diakibatkan tidak adanya titik, harakat dan tanda
ayat lainnya.
Saat itu malam Kamis Legi, 24 September 2015/
10 Dzul Hijjah 1436 H, setelah Isya di Musholla Al-Anwar ada takbiran. Para
santri membaca takbir, dan ketika membaca:
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا
الله والله أكبر، الله أكبر ولله الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة
وأصيلا، لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه، مخلصين له الدين، ولو كره الكافرون....
Tepatnya pada kalimat 'ولو كره الكافرو' sebagian dari mereka menambahi dengan
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂 Zaman dahulu, orang sulit mencari ilmu tapi mudah mengamalkannya. Zaman
sekarang, orang mudah mencari ilmu tapi sulit mengamalkannya. 🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂 Dahulu, ilmu dikejar, ditulis, dihafal, diamalkan dan diajarkan. Sekarang, ilmu
diunduh, disimpan dan dikoleksi, lalu diperdebatkan.