Selasa, 28 November 2017

Keutamaan Bekerja Menghindari Kefakiran

Keutamaan Bekerja Menghindari Kefakiran:
قال النبي صلى الله عليه وسلم: من فتح على نفسه باباً من السؤال فتح الله عليه سبعين باباً من الفقر  
Nabi Bersabda: Barang siapa membuka diri untuk meminta-minta, maka Allah akan membukakan baginya 70 pintu kefakiran. (HR Turmudzi)

Sosok K. As'ad Syamsul Arifin

Pahlawan bukanlah orang yang mengerjakan hal besar satu atau dua kali, tapi mengerjakan hal kecil yang berkali kali dan terus menerus. Tapi rumus itu tidak berlaku buat Kiai As'ad Syamsul Arifin. Beliau selama hayatnya mengerjakan hal besar dan hal kecil, berkali-kali, terus menerus, dan istiqomah di jalan pengabdian. Wal hasil, orang alit hingga orang elit, komunitas kecil hingga bangsa, merasakan kemaslahatan yang diperjuangkan sosok Kiai As'ad Syamsul Arifin. Dan untuk jasanya, beliau layak dinobatkan sebagai pahlawan.

Terima kasih dan salam takdim.

Tentang Slogan "Kembali Kepada al-Qur`an & Hadits"

Tulisan ini didasari kepada keprihatinan terhadap selebaran liar yang berbunyi “Membela Nasionalisme tidak ada dalilnya, sedangkan membela Khilafah jelas dalilnya”. Kita tak boleh bosan meluruskan nalar yang kedengarannya indah namun sebenarnya sesat pikir. Sesat pikir itu terjadi karena simplifikasi ala slogan “kembali kepada Al-Qur`an & Hadits Shahih” yang sering diteriakkan oleh segolongan orang Islam. Mereka teridentifikasi sebagai golongan penganut Wahabisme. Teriakannya melengking kemana-mana, provokatif dan agitatif;

Point-point penting yg dapat dipetik dari Tausyiah Kebangsaan Maulana Al-Habib Luthfi bin bin Yahya Yahya Di Monas, Jakarta, 26 November 2017

Ada dua belas point yg dapat kami tulis di sini dari orasi kebangssan beliau tadi malam, yaitu sebagai berikut :
1. Sebanyak apapun kitab maulid, kitab tersebut tidak akan mampu melukiskan kemuliaan Baginda Nabi Muhammad saw.
2. Salah satu tujuan maulid adalah "Syukur". Karena dengan adanya rasul maka kita mengenal Allah, agama, Akhlak.

Amanat KH. Maimun Zubair Sebelum Bahtsul Masail Munas Alim Ulama (Munas dan Konbes NU) 2017

Sebelum Bahtsul Masail Munas Alim Ulama dimulai, Syaikhuna KH. Mainum Zubair memberi amanat:
(1) Sekarang ini zaman NOW, bukan zaman Nabi, maka berdakwahlah dengan mengikuti zaman agar Islam tetap jaya sampai qiyamat.
(2) Jika ada pertentangan antara hukum Islam dan Undang-undang, maka sampaikan dgn baik kpd pemerintah tentang hukum Islam tersebut.
(3) Jangan frontal terhadap pemerintah, apalagi sampai memusuhi pemerintah meskipun sebagian produk UU tdk sesuai dgn Islam.
(4) Negara Indonesia bukan negara Islam murni, akan tetapi negara Nasionalis yg berasaskan Ketuhanan.

Bagaimana Bisa Seseorang Itu Mabuk, Sementara Minuman yang Diminumnya Hanyalah Susu Murni yang Segar?

Bagaimana bisa seseorang itu mabuk, sementara minuman yang diminumnya hanyalah susu murni yang segar?
Ternyata sebabnya adalah gelas yang dijadikan wadah susu itu kotor dan tidak dicuci, sehingga tidak memenuhi syarat sebagai wadah minuman yang baik.
Bagaimana seseorang itu bisa "mabuk agama" sampai ia tega mencaci, memfitnah, hingga membunuh, sedangkan agama itu suci dan luhur, bagaimana mungkin bisa memabukkan?
Ternyata sebabnya adalah sisi kemanusiaan yang dijadikan wadah dari agama itu yang masih kotor dan tidak dicuci, sehingga ketika beragama seseorang itu lupa sisi kemanusiannya.

Dalam Kehidupan Ini, Ada Satu Hal Yang Wajar Dilakukan Tetapi Rawan Bermasalah, Yaitu "Membandingkan"

Saya anggap wajar, karena banyak orang melakukannya, bahkan al Quran pun sering menggunakan kata-kata "Khoir Min.." (lebih baik dari ...) dalam rangka memotivasi umat Islam memilih tujuan hidup dan ajarannya.