Sabtu, 04 Februari 2017

Ketika Ilmu Tidak Lagi Diagungkan


ومن تعظيم العلم: تعظيم الكتاب، فينبغى لطالب العلم أن لا يمد الرجل الى الكتاب وان لايضعه على البلاط الذى قعد فيه ووان لايضع شيئا فوقه
Termasuk mengagungkan ilmu adalah mengagungkan kitab.
Seorang santri seharusnya :
1. Tidak menyelonjorkan kaki ke arah kitab,

Jumat, 03 Februari 2017

Kabar Dari Sarang

Kabar dari sarang: "Demi Allah, haram dunia akhirat jika saya diadu dengan ulama yang lain." Dawuh Syaikhina KH. Maimoen Zubair, Beliau mengulang sampai 3x dng suara agak tinggi. Beliau jg mnjelaskn pentingny mengikuti ulama & wajibnya mnghormati ahlul baitny Rasulullah, Kata slh seorang putra beliau, beliau tdk ridha jika pndapatny dibentur-benturkan dngn pndpt ulama yg lain. Karena Syaikhina dberi tahu jika dimedsos dawuhny sering dkutip untuk dibenturkn dengan ulama yg lain.

Kamis, 02 Februari 2017

Hubungan Antara Memaki & Jelek


Terjebak Macet Di Akhirat*

Terjebak macet, siapa yang mau? Jenuh, gerah, bosan, pengap dan bising, itu sebagian alasannya. Terlebih bila berada di dalam sebuah kendaraan yang tidak layak pakai dan dalam waktu yang lama pula. Pendek kata, “macet” telah menjadi suatu momok yang menakutkan.
Segala cara dilakukan, baik oleh pribadi maupun institusi, untuk menghindari atau mengurai kemacetan. Mencari jalur alternatif, menentukan waktu yang tepat untuk bepergian, memilih kendaraan yang nyaman dan full fasilitas guna membunuh kejenuhan bilamana harus terjebak kemacetan, dan sekian banyak usaha lainnya.

Orang Berilmu Tidak Diukur Dengan Banyaknya Seseorang Berbicara Masalah Agama


يافتي .... لاخير لمن فتواه عجيب ولكن الخير لمن قلبه نجيب
Laa Khaira liman Fatwaahu 'Ajiib Walakinnal Khaira Liman Qalbuhuu Najiib.
Anak muda...
"Tak ada kebaikan bagi orang yang fatwanya mengagumkan, akan tetapi kebaikan itu terdapat pada orang yang hatinya baik".
Orang berilmu tidak diukur dengan banyaknya seseorang berbicara masalah agama, semisal memberikan nasihat, tausiyah, mengumpulkan catatan, berbagi catatan, membahas suatu permasalahan, atau berbantah-bantahan sekedar untuk "menampakkan" diri sebagai orang yang berilmu.

Antara Sehat & Afiyat

Sehat...
Ooh... alangkah mahal hargamu.
Itu rintihan saat kita sedang terbaring sakit.
Tiba-tiba saja kita merindukan kata sehat. Sebelumnya, kesehatan itu kita sia-siakan dengan menuruti pola hidup berantakan.
Kebutuhan tinggi terhadap sehat memopulerkan profesi tabib, dukun, perawat, bidan, dokter, ahli altetrnatif, dan sebagainya. Saat sembuh kita menghaturkan ribuan terima kasih pada mereka.
Tak lupa kita membalas jasanya dengan sejumlah uang (yang sering kali berjumlah lumayan besar).

Duri Dalam Kaki Sulit Ditemukan, Apalagi Duri Dalam Hati

Jika ada seseorang yang melihat duri di dalam hatinya, mana mungkin kesedihan akan merajalela dan berkuasa.
Begitulah gambaran diri kita yang seringkali gelisah dan merasa terusik hanya karena melihat orang lain lebih dulu meraih kesuksesan.