Radikalisasi yg berujung terorisme tidak
akan muncul bila pemahaman mendalam terhadap agama ditekankan dg jujur... coba
kita lihat dalam ilmu fiqh,,banyak sekali pemikiran pemikiran,, sehingga muncul
maqolah yg masyhur dari al Imam Syafi'i yg berbunyi "pendapatku benar tapi
mungkin salah dn pendapat anda salah tapi mungkin benar".. ini
mencerminkan relatifitas kebenaran sebuah ide..dan masih banyak lagi mutiara yg
bisa kita temukan dalam khazanah ilmu fiqh..dalam tasawuf dimana titik tekannya
pada rasa,hal ini akan menciptakan manusia yg toleran.. belum lagi
sastra/balagoh yg mampu memperindah kata..ada pula manthiq yg berfungsi
membentuk logika yg bisa dipertanggungjawabkan,,, ada ilmu arudl yg mampu
mengasah cita rasa seni,, ilmu falaq yg mengenalkan jagat besar/makrokosmos,,,
ilmu ushl fiqh dg ketajamannya mampu membuat manusia berdiri kokoh secara
yuridis,, dan masih banyak lagi.dan itu semua menjadi makanan santri santri di
pesantren,, artinya untuk meminimalisir radikalisasi tidak perlu bikin ini itu
yg menghabiskan biaya cukup banyak dan terkesan formalitas,,namun cukup dengan
mendinamisasikan tradisi keilmuan pesantren yg sangat mengakar di nusantara
ini,, insya'alloh akan menciptakan ummat yg bermartabat.. wallohu a'lam...
Rabu, 19 Juli 2017
Jumat, 30 Juni 2017
Tanda-Tanda Hari Raya Idul Fitri yang Semakin "Jauh"
1. Apabila manusia sudah tidak menyesal ketika meninggalkan puasa
dan tarawih.
2. Apabila manusia dengan bangganya membeli baju dan kue lebaran
dengan berlebihan
deni gengsi dan pujianisasi.
deni gengsi dan pujianisasi.
3. Apabila manusia sudah meninggalkan silaturrahmi diganti dengan
kecanggihan alat
komunikasi.
komunikasi.
"JAUH" dari makna Idul Fitri yang se-sungguhnya...
Semoga kita terhindar dari ITU SEMUA.
Wallohu A'lam
Senin, 26 Juni 2017
Silaturrahmi Di Hari Raya..Jangan Pandang Bulu..
" . . . Yang tua hormatilah yang muda,
siapa tahu yg muda lebih sedikit dosanya daripada yang tua, begitupun
sebaliknya yang muda hormatilah yang tua, siapa tahu yang tua lebih banyak
amalnya dr pd yg muda. . .
Mari kita saling memaafkan karena dosa antar
sesama manusia lebih susah diampuni mengingat manusia tidak mempunyai sifat
Ghoffar dan Rohim pun juga jangan lupa memohon ampunan pada Allah . . . "
Silaturrahmi di hari raya..jngn pndang bulu..
Datangi dan ucapkan maaf memaafkan kesiapapun
itu..
Klau kau masih merasa lebih dari yg lain..
Dan menghalangimu tuk bersilaturrahmi..yg
dianggap lebih rendah..
Maka saranku..nambah 1bulan lagi yaa
puasanya...
Ben joss...
Jumat, 16 Juni 2017
Ketika Gus @NUgarislucu Kultwit tentang Mertua
Jika kau tanya siapa orang paling dermawan
sedunia? Dialah mertua.
Gadis kecil yg dirawatnya sejak balita,
dijaganya agar tetap jelita, disekolahkan hingga sarjana, setelah besar tiba2
kau datang memintanya.
Dengan berat hati mertua melepaskannya. Itulah
kenapa, saat kalian menikah dialah orang yg selalu menyeka air mata 😂
Jika kambingmu yg kau carikan rumput tiap hari
diminta tetangga, rela memberikannya?
Ketika Setan Pandai Mengutip Ayat Suci
Dulu, Abi Hurairoh pernah menangkap tangan
pencuri. Tapi ia melepaskannya Sebab si pencuri berjanji tak mengulangi lagi.
Malam berikutnya Abu Hurairoh memergokinya
lagi, anehnya ia melepasnya kembali. Berita ini sampai juga pada Nabi.
"jika besok malam dia datang lagi. Tangkap
dan jangan lepaskan meski dia berjanji" kata Nabi.
Benar saja, pencuri itu datang lagi. Kali ini
Abi Hurairoh tak peduli. Ditangkapnya si pencuri tanpa basa basi.
Tapi..
Entah kenapa ia menjadi simpati. Saat
tertangkap si pencuri malah menasehati. "Jika ingin hidupmu berkah,
sebelum tidur bacalah ayat kursi"
Demi mendengar nasehat pencuri, Abu Hurairoh
luluh hati. Dilepasnya utk kesekian kali. Ia lalu menghadap Nabi. Diceritakan
semua yg terjadi.
"tahukah siapa sejatinya si pencuri? Dia
adalah Setan yg dilaknati".
Abi Hurairoh kaget sekali, ternyata setan bisa
memperalat ayat suci.
Begitulah, kisah setan yg bisa menyamar menjadi
bijak bestari. Ia berhasil mengelabuhi sahabat nabi. Bahkan mengutip ayat suci.
Menjadi Orang NU Itu...
Sesama manusia tak usah ngaku paling mulia.
Sesama Islam, tak usah klaim yg paling benar.
Sesama NU, tak usah bilang yg paling lurus.
Umat Nabi itu macam-macam, ada ahli ibadah ada
yg suka maksiat. Semuanya sahabat.
Langganan:
Postingan (Atom)