Jumat, 16 Juni 2017

Pokok pikiran sesepuh NU

Pokok pikiran sesepuh NU yang dirangkum gus Ghoifur Maimun
Bulan Desember lalu, ANSOR menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad SAW. yang dihadiri oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo.
Pada Maulid ini diagendakan pertemuan Presiden dengan Kyai-kyai sepuh. KH. Maimoen Zubair salah satu yang diundang.
Beliau tidak dapat menghadirinya, akan tetapi beliau menitipkan pesannya. Beliau sambil sarean di kamar menyampaikannya dalam bahasa Arab.
Saya (Gus Ghofur Maimun) menanskrip dan menerjemahkannya (sebagai berikut):
Dunia ini selalu mengalami perubahan2, dan semua itu menuju kepada rahmat yg luar biasa jika disikapi dg positif dan dilihat dg penuh hikmah
Ada dua hal yang perlu dihadirkan dalam tiap perubahan, yaitu keadilan (al-adaalah) dan keteraturan (al-intidzaam).
Kehadiran keduanya akan mengantarkan kepada kemajuan, sementara hilangnya dua hal itu akan mengarahkan pada keterbelakangan dan kemunduran.
Kita bersyukur kpd Allah SWT. bahwa perubahan besar yg disebabkan perang dunia II antar Blok Barat & Timur telah melahirkan bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia adalah bangsa pertama yg diberi anugerah oleh Allah sebagai  bangsa yg memproklamirkan kemerdekaannya paska Perang Dunia II
Tanda bahwa Allah bersama Bangsa Indonesia adalah bahwa kemerdekaannya disertai dengan pengakuan akan ketuhanan (uluhiyyah—sila pertama)
...yang disertai dengan dimensi kemanusiaan (insyaniiyyah—sila kedua).
Ketuhanan berarti bahwa setiap hal yg dihadapi bangsa ini tidak boleh hanya dilihat sebagai ciptaan (makhluuq) karena di baliknya ada Khaliq
Sebaliknya, jika bangsa ini sedang melihat Allah, Khaliq mrk tidak boleh berhenti di sana, krn Allah banyak menampilkan diri dlm ciptaanNya.
Kesadaran demikain jika absen dari bangsa ini maka akan melahirkan kehinaan duniawi dan ukhrawi, seperti diisyaratkan Allah dlm firmannya:
ضربت عليهم الذلة أينما ثقفوا إلا بحبل من الله وحبل من الناس
"Uluhiyyah" dg demikian tidak saja berarti memperhatikan dan
menguatkan tali ketuhanan, akan tetapi harus juga disertai dg tali kemanusiaan
Tali kemanusian trhubungkan dg keadilan yg luas, yakni keadilan yg bertalian dg jiwa. bhw setiap manusia memiliki hak hidup layak & trhormat
kedua keadilan yang bertalian dengan akal, yakni bahwa setiap manusia memiliki hak belajar dan pengetahuan;
..yang mengantarkannya mengerti akan kehidupan dan hak serta kewajibannya.
Ketiga keadilan yang bertalian dengan kehormatan manusia,
keempat keadilan yang bertalian dengan  kepemilikan, bahwa manusia berhak atas kepemilikan atas hajat hidupnya dan juga usaha-usahanya;
Kelima keadilan berkenaan dengan keturunan, bahwa agar bisa membangun rumah tangga harus melalui pernikahan sesuai dg agama kedua mempelai.
Segala puji bagi Allah yg telah menganugerahkan kpd Bangsa ini sebagai bangsa pertama yg memproklamirkan kemerdekaan paska Perang Dunia II.
Segala puji bagi-Nya atas lahirnya Pancasila yg menyertainya: ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, domokrasi penuh hikmah, dan keadilan sosial
Dasar-dasar ini (Pancasila) harus dilestarikan secara terus menerus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar