Senin, 15 Oktober 2018

Dakwah Ala Walisongo Kini Sudah Berubah Menjadi Dakwah “Singo”

Dakwah ala Walisongo kini sudah berubah menjadi dakwah “singo”, Rindu Hikmah yang mulai Luntur.
Jasa walisongo begitu terasa bagaimana bermodal dakwah secara hikmah (bijaksana) mengubah dogmatif sekte bahkan keyakinan keliru yang sudah mendarahdaging di nusantara menjadi negeri mayoritas muslim.
Hal itu kedepan di laniutkan oleh ulama2 nusantara dengan berbagai gaya dakwahnya yang elegan dan cantik. Banyak cerita masyhur yang beliau2 selain menjadi penengah juga memiliki gaya dakwah yang solutif tanpa ada kegaduhan dan pertikaian.
Ada yang dengan bijak memberi solusi saat ada yang ingin qurban 1 ekor sapi untuk 8 orang.
Ada yang dengan bijak mengganti qurban sapi dengan kerbau karena menghormati budaya setempat.
Ada yang cukup dengan membuatkan kubangan air di sekitar masjid tanpa menyuruh awam cuci kaki saat masuk masjid.
Dan banyak yang lain
Itu sudah jauh melampaui hanya sekedar sedekah bumi dan gandrung sewu yang bahkan sudah sebegian di isi dengan lantunan kitab suci. Apa repotnya jika tinggal mermak yang dirasa perlu dengan tanpa membuat islam yang semula di dambakan justru menjadi menakutkan.
Kecantikan para ulama yang elegan dalam berdakwah ini menjadi daya tarik tersendiri, bukan hanya yang awam, yang berbeda keyakinanpun tertarik untuk memeluk islam dengan senang hati.
Jika ini bisa di tiru kenapa tidak, dan bukankah cara itu sudah menjadi perintah dr yang maha mulya pada an-nahl:125.
Mari lebih bijak dengan tanpa menginjak
Mari berbenah tanpa bikin ulah
Mari bersyariah dengan hikmah dan mauidzotil hasanah
Mudah2n limpahan rahmatNYA mengalir deras kepada kita semua. Mampu memahami dan mengajak sesuai dengan ilmu dan kapasitas kita. Amiiii yaa robb

#indonesiaberakhlak
#indonesiadamai
#ngajimanehbenbeneh





Tidak ada komentar:

Posting Komentar